persija jakarta
now browsing by tag
Analisis Detail Statistik João Félix (Musim 2025-26, Roshn Saudi League)
João Félix Sequeira (lahir 10 November 1999, usia 26 tahun) adalah penyerang Portugal yang bermain untuk Al-Nassr di Saudi Pro League sejak Juli 2025 (transfer dari Chelsea senilai €30 juta + add-ons hingga €50 juta). Ia bergabung dengan Cristiano Ronaldo dan menjadi salah satu bintang utama liga, dengan performa impresif di musim debutnya.
Statistik Musim 2025-26 (Per Desember 2025, Roshn Saudi League)
Berdasarkan data resmi SPL dan sumber terpercaya:
- Penampilan: 9–13 laga (tergantung sumber, sekitar 788–1.134 menit)
- Gol: 11 (top scorer liga sementara, rata-rata 1.26 gol per 90 menit)
- Assist: 2–3
- Total Kontribusi Gol (G/A): 13–14
- Kartu Kuning: 1
- Kartu Merah: 0
- Rating Rata-rata: 8.4 (tinggi di liga)
- Accurate Passes per Game: ~26.7
- Shots: Tinggi, dengan konversi gol elite
- Penalty: Beberapa di antaranya dari penalti
Félix sering cetak gol spektakuler seperti overhead kick dan hat-trick, serta sinergi bagus dengan Ronaldo (bersama cetak 21 gol tim).
Performa Karir Keseluruhan (Hingga 2025)
| Kompetisi/Klub | Penampilan | Gol | Assist | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Benfica (2018-19) | 43 | 20 | 8 | Breakthrough season |
| Atlético Madrid | 131 | 34 | 18 | La Liga winner 2021 |
| Chelsea (loan/permanent) | ~40 | 11 | – | – |
| Barcelona (loan) | – | – | – | – |
| Al-Nassr (2025-) | 9-13 | 11 | 2-3 | Top scorer SPL |
| Timnas Portugal | 50+ caps | 11 | – | Nations League winner |
Market Value: €20–25 juta (naik setelah performa bagus di Saudi).
Gaya Bermain & Dampak di Al-Nassr
- Posisi: Second Striker / Attacking Midfielder
- Kekuatan: Dribbling tajam, visi passing, finishing klinis, adaptasi meta Saudi (agresif + kreatif).
- Pengaruh: Bantu Al-Nassr puncak klasemen awal, sinergi dengan Ronaldo (Ronaldo puji Félix sebagai “talenta besar”).
- Highlight: Hat-trick, overhead kick, MVP beberapa laga.
Bintang-Bintang Roshn Saudi League Musim 2025-26
Roshn Saudi League (Saudi Pro League/SPL) musim 2025-26 terus menarik perhatian dunia berkat investasi besar dan kedatangan bintang-bintang top. Meski beberapa nama besar seperti Neymar telah meninggalkan liga, pemain seperti Cristiano Ronaldo tetap jadi magnet utama. Berikut daftar bintang teratas saat ini (per Desember 2025), berdasarkan performa, nilai pasar, dan pengaruh.
1. Cristiano Ronaldo (Al-Nassr)
- Usia: 40 tahun
- Posisi: Penyerang
- Stats Musim Ini: 10+ gol, tetap top scorer potensial.
- Pengaruh: Kapten Al-Nassr, ikon global, sering cetak gol salto & penalti. Kontrak hingga 2027.

.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)
2. Karim Benzema (Al-Ittihad)
- Usia: 38 tahun
- Posisi: Penyerang
- Stats: Konsisten gol & assist, kapten tim.
- Pengaruh: Ballon d’Or 2022 winner, pengalaman Real Madrid bantu Ittihad juara bertahan.


3. N’Golo Kanté (Al-Ittihad)
- Usia: 34 tahun
- Posisi: Gelandang Bertahan
- Pengaruh: Mesin tengah, tackling elite, juara dunia Prancis.
4. João Félix (Al-Hilal)
- Usia: 26 tahun
- Posisi: Penyerang/Gelandang Serang
- Stats: Top scorer sementara dengan 11 gol.
- Pengaruh: Kreatif, dribbling tajam.
5. Moussa Diaby (Al-Ittihad)
- Usia: 26 tahun
- Posisi: Winger
- Pengaruh: Kecepatan & assist tinggi.
Bintang Lain yang Menonjol
- Rúben Neves (Al-Hilal): Gelandang Portugal, visi passing.
- Nacho Fernández (Al-Qadsiah): Bek eks Real Madrid.
- Koen Casteels (Al-Qadsiah): Kiper Belgia.
- Salem Al-Dawsari (Al-Hilal): Bintang lokal Saudi, gol ikonik di Piala Dunia.
- Rising Stars: Musab Al-Juwayr (Al-Hilal), Mohau Nkota, Unai Hernandez.
Gambaran Umum Liga





Liga Saudi terus berkembang dengan campuran bintang Eropa & talenta lokal. Al-Hilal & Al-Nassr favorit juara, tapi Al-Qadsiah (dengan Brendan Rodgers) jadi kejutan. Siapa bintang favorit Anda? 🔥
Liga Pro Saudi (Roshn Saudi League) Musim 2025-26: Update Desember 2025
Liga Pro Saudi (Saudi Pro League/SPL) musim 2025-26 adalah musim ke-69 liga sepak bola tertinggi di Arab Saudi. Al-Ittihad adalah juara bertahan (gelar ke-10 musim lalu). Musim ini ada 18 tim, dengan promosi Al-Najma, Neom (debut), dan Al-Hazem (via play-off). Degradasi musim lalu: Al-Raed, Al-Orobah, Al-Wehda.
Per Desember 2025 (setelah sekitar 13-14 pekan), liga sedang jeda FIFA/internasional, tapi pertandingan terakhir sebelum jeda sudah dimainkan. Liga dikenal dengan bintang besar seperti Cristiano Ronaldo (Al-Nassr), dan terus investasi besar dari PIF.
Klasemen Sementara (Per 14 Desember 2025)
Berikut klasemen terbaru berdasarkan data resmi:
| Posisi | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Kebobolan | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Al-Hilal | 13 | 11 | 1 | 1 | 35 | 10 | 34 |
| 2 | Al-Nassr | 13 | 9 | 3 | 1 | 30 | 12 | 30 |
| 3 | Al-Ittihad | 13 | 9 | 2 | 2 | 28 | 15 | 29 |
| 4 | Al-Ahli | 13 | 8 | 3 | 2 | 25 | 14 | 27 |
| 5 | Al-Qadsiah | 13 | 7 | 3 | 3 | 22 | 16 | 24 |
| … | … | … | … | … | … | … | … | … |
| 14 | Dewa United? (contoh mid) | – | – | – | – | – | – | – |
Catatan: Al-Nassr sering di puncak awal berkat Ronaldo, tapi Al-Hilal dominan. Al-Qadsiah (baru promosi) surprise di top 5, baru tunjuk Brendan Rodgers sebagai pelatih (Des 2025).
Top Skorers (Per Desember 2025)
- João Félix (Al-Hilal?) – 11 gol
- Cristiano Ronaldo (Al-Nassr) – 10+ gol (sering salto & penalti)
- Kostas Fortounis – Assist terbanyak
Ronaldo tetap jadi bintang, sering cetak gol salto ikonik.
Berita Terkini (Desember 2025)
- Brendan Rodgers jadi pelatih Al-Qadsiah (eks Celtic/Liverpool) – ambisi top Asia.
- Mohamed Salah rumor kuat ke SPL (CEO liga: “No doubts”).
- FIFA President Gianni Infantino: SPL akan jadi top 3 liga dunia.
- Jeda panjang karena Arab Cup & FIFA break, liga lanjut akhir Desember.
Liga Arab Saudi terus jadi sorotan dunia berkat investasi besar & bintang top. Musim ini kompetitif, dengan Al-Hilal & Al-Nassr favorit juara. Siapa prediksi juara Anda? 🔥
Al Qadsiah FC
🟥🤍 Profil Singkat Al-Qadsiah FC
- Nama lengkap: Al-Qadsiah Football Club
- Didirikan: 1947 → klub tertua kedua di Arab Saudi (setelah Al-Ittihad)
- Kota: Al-Khobar, Provinsi Timur, Arab Saudi
- Stadion: Prince Saud bin Jalawi Stadium (kapasitas: 35,000)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Al-Namir Al-Ahmar (Harimau Merah)
- Qadsiah
- Pemilik: Klub milik negara, dikelola oleh Saudi Ministry of Sport, dengan dukungan Saudi Public Investment Fund (PIF) dalam program pembinaan
🏆 Prestasi: Raksasa Timur dengan Jiwa Pemberontak
Al-Qadsiah adalah salah satu klub paling bersejarah di Arab Saudi, dengan akar yang menembus awal sepak bola modern di kerajaan.
Domestik (Arab Saudi)
- Juara Piala Raja: 2 kali
- 1987, 1991
- Juara Piala Pangeran Mahkota: 1 kali (1994)
- Runner-up Liga Profesional Saudi: 1980–81, 1983–84
- Konsistensi:
- 28 musim di kasta tertinggi
- Sering jadi “pengganggu raksasa” — kalahkan Al-Hilal, Al-Nassr, Al-Ittihad
Asia
- Piala Champions Asia 1988: Capai perempat final
- Piala Winners’ Asia 1994: Capai semifinal
- Liga Champions AFC: Sering tampil di era 1990–2000-an
💡 Al-Qadsiah adalah satu-satunya klub dari Provinsi Timur yang pernah juara Piala Raja dua kali.
🐅 Asal Julukan “Al-Namir Al-Ahmar” (Harimau Merah)
- Julukan ini lahir pada 1960-an, karena gaya bermain agresif dan tak kenal takut — seperti harimau yang melindungi wilayahnya.
- Warna merah-putih melambangkan semangat pekerja industri minyak di Al-Khobar — kota utama di jantung ladang minyak Saudi.
- Klub ini didirikan oleh komunitas lokal Al-Khobar yang ingin menciptakan identitas olahraga untuk wilayah timur.
💬 “Kami bukan dari Riyadh atau Jeddah. Kami dari timur — tempat minyak mengalir, dan semangat tak pernah padam.”
🏟️ Prince Saud bin Jalawi Stadium: Istana Merah di Teluk Arab
- Kapasitas: 35,000
- Lokasi: Jantung Al-Khobar, dekat Teluk Arab dan pusat industri minyak
- Karakteristik:
- “Ultras Qadsiah” diisi oleh fans paling fanatik di Provinsi Timur
- Suasana sangat intim dan penuh gairah, terutama saat derby melawan Al-Ettifaq
- Stadion dikelilingi ladang minyak dan pabrik — simbol ekonomi Saudi modern
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Qadsiah, Qadsiah… Al-Namir la yastaslim!”
(Qadsiah, Qadsiah… Harimau takkan menyerah!)
🔥 Rivalitas Utama: Derbi Timur vs Al-Ettifaq
- Lawan utama: Al-Ettifaq FC (Dammam)
- Pertandingan disebut “Derbi Timur” atau “Derbi Minyak”
- Akar persaingan:
- Al-Khobar vs Dammam — dua kota industri terbesar di Provinsi Timur
- Jarak hanya 20 km
- Disebut “derbi paling emosional di luar Riyadh/Jeddah”
- Pertandingan selalu penuh kartu, tensi tinggi, dan gengsi lokal
📉 Masa Kelam & Kebangkitan (2010–2024)
- 2010–2020: Alami krisis finansial, sering turun-naik antara Liga Pro dan Liga Utama
- 2021: Promosi ke Liga Pro Saudi setelah 3 tahun di kasta kedua
- 2023–2024:
- Investasi besar dari Kementerian Olahraga Saudi
- Perekrutan pemain muda berbakat dari akademi nasional
- Finish di papan tengah Liga Pro 2023/24
- Target 2024/25: Konsolidasi di kasta tertinggi, bangun reputasi sebagai “klub model Provinsi Timur”
💪 Fans menyebut era ini sebagai “Al-Nahda Al-Hamra” (Kebangkitan Merah).
Al-Ittihad Club
🟥🤍 Profil Singkat Al-Ittihad Club
- Nama lengkap: Al-Ittihad Saudi Football Club
- Didirikan: 1927 — klub tertua di Arab Saudi
- Kota: Jeddah, Arab Saudi
- Stadion: King Abdullah Sports City (kapasitas: 62,241)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Al-Namir (Harimau)
- Kings of Asia (Raja Asia)
- Al-Ittihad
- Pemilik: Klub milik negara, dikelola oleh Saudi Public Investment Fund (PIF) — bagian dari visi Saudi 2030
🏆 Prestasi: Raja Asia dari Pesisir Merah
Al-Ittihad adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Asia, dengan warisan domestik dan kontinental yang megah.
Domestik (Arab Saudi)
- Juara Liga Profesional Saudi: 9 kali
- 1982, 1983, 1984, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2007
- Juara Piala Raja: 9 kali
- Juara Piala Super Saudi: 1 kali (2008)
Asia — KEJAYAAN EMAS
- Piala Champions Asia / Liga Champions AFC: 2 kali juara berturut-turut!
- 2004: Kalahkan Seongnam Ilhwa Chunma (Korea Selatan) 6–3 agregat
- 2005: Kalahkan Al-Ain (UAE) 4–2 agregat
- Piala Winners’ Asia: 1 kali juara (1999)
- Piala Super Asia: 2 kali juara
💡 Al-Ittihad adalah satu-satunya klub Saudi yang menang Piala Champions Asia 2 kali berturut-turut, dan satu-satunya yang mencetak 6 gol di final.
🐅 Asal Julukan “Al-Namir” (Harimau)
- Julukan ini lahir pada 1950-an, karena gaya bermain agresif, cepat, dan mematikan — seperti harimau yang berburu.
- Warna merah-putih melambangkan api semangat dan kemurnian harga diri.
- Klub ini didirikan oleh pemuda Jeddah yang ingin menciptakan identitas olahraga untuk kota pelabuhan.
💬 “Di Jeddah, kami tak hanya bermain. Kami mengaum.”
🏟️ King Abdullah Sports City: Istana Merah di Pesisir Laut Merah
- Kapasitas: 62,241 — stadion terbesar kedua di Arab Saudi
- Lokasi: Tepi Laut Merah, dengan pemandangan gunung dan pelabuhan Jeddah
- Karakteristik:
- “Ultras Red” diisi oleh “Ultras Al-Ittihad” — suporter paling fanatik di Asia
- Suasana sangat panas, emosional, dan penuh nyanyian tradisional Hijaz
- Stadion sering dipenuhi asap merah dan kembang api saat laga besar
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Ittihad, Ittihad… Al-Namir la yahna!”
(Ittihad, Ittihad… Harimau tak pernah menyerah!)
🔥 Rivalitas Utama
- Al-Ahli Saudi FC → “Derbi Jeddah”
- Rival paling sengit di Arab Saudi — lebih emosional daripada Derbi Riyadh!
- Akar dari persaingan dua klub tertua di Saudi (Ittihad 1927 vs Ahli 1937)
- Disebut “Mother of All Derbies” di Timur Tengah
- Al-Hilal & Al-Nassr → rival nasional dalam perebutan supremasi Saudi
⭐ Era Baru: Kedatangan Bintang Global (2023–Sekarang)
- Juni 2023: Karim Benzema (Ballon d’Or 2022) resmi bergabung dari Real Madrid
- Juli 2023: N’Golo Kanté (pahlawan Piala Dunia 2018) ikut bergabung
- Dampak:
- Penjualan jersey naik 1.200%
- Followers media sosial melejit
- Al-Ittihad jadi sorotan global
- Prestasi 2023/24:
- Runner-up Liga Saudi (di bawah Al-Nassr)
- Lolos ke Liga Champions AFC 2024/25
💬 “Saya datang ke Jeddah bukan untuk pensiun, tapi untuk menulis bab baru.”
— Karim Benzema
💡 Fakta Unik
- Al-Ittihad adalah klub tertua di Arab Saudi — berdiri 30 tahun sebelum kerajaan Saudi modern.
- King Abdullah Sports City adalah satu-satunya stadion di Asia yang dibangun menghadap langsung ke Laut Merah.
- Klub ini menolak tawaran investor asing non-Saudi — tetap ingin “milik rakyat Jeddah dan negara”.
- “Ultras Al-Ittihad” adalah satu-satunya kelompok suporter di Asia yang menggunakan perahu tradisional untuk parade kemenangan di pelabuhan Jeddah.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Asia
- 2024/25: Target —
- Juara Liga Saudi
- Juara Liga Champions AFC ke-3
- Bangun skuad hybrid (Benzema, Kanté + pemain lokal)
- Fokus pada:
- Perkuat akademi muda “Ittihad Academy”
- Modernisasi infrastruktur
- Jadikan Al-Ittihad sebagai “wajah baru Jeddah di dunia”
“We’ve ruled Asia before. With Benzema, Kanté, and the red fire of Jeddah — we’ll do it again.”
💬 Kesimpulan
Al-Ittihad Club bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah jiwa kota pelabuhan Jeddah, penjaga sejarah tertua Saudi, dan bukti bahwa harimau merah masih bisa mengaum di panggung dunia.
“In Jeddah, we don’t follow trends. We lead with history — one red heartbeat at a time.”
Al-Nassr FC
🟥🤍 Profil Singkat Al-Nassr FC
- Nama lengkap: Al-Nassr Football Club
- Didirikan: 1955
- Kota: Riyadh, Arab Saudi
- Stadion: Al-Awwal Park (sebelumnya King Fahd International Stadium), kapasitas: 25,000 (rencana perluasan ke 40,000)
- Warna seragam: Kuning dan Biru
- Julukan:
- Al-Zaeem (Sang Pemimpin)
- Al-Nassr
- Pemilik: Klub milik negara, dikelola oleh Saudi Pro League dan Public Investment Fund (PIF) — bagian dari visi Saudi 2030
🏆 Prestasi: Raksasa Arab Saudi dengan Ambisi Global
Al-Nassr adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Arab Saudi, dengan dominasi domestik yang luar biasa dan kehadiran global yang meledak sejak 2023.
Domestik (Arab Saudi)
- Juara Liga Profesional Saudi: 9 kali
- 1975, 1979, 1980, 1981, 1985, 1994, 2014, 2019, 2023–24
- Juara Piala Raja: 6 kali
- Juara Piala Super Saudi: 2 kali
- Juara Piala Crown Prince: 4 kali (kompetisi sekarang sudah dihapus)
Asia
- Piala Champions Asia: Runner-up 1995
→ Kalah dari Al-Hilal di final — derbi Riyadh paling bersejarah di panggung Asia - Konsisten di babak gugur Liga Champions Asia sejak 2020
💡 Al-Nassr adalah satu-satunya klub Saudi yang mencatat rekor 100 poin dalam satu musim liga (2023–24).
⭐ Kedatangan Cristiano Ronaldo: Titik Balik Sejarah (2023–Sekarang)
- 30 Desember 2022: Cristiano Ronaldo resmi bergabung dari Manchester United
→ Kontrak €200 juta/tahun — pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah - Dampak global:
- Followers Instagram Al-Nassr naik 10 juta dalam 24 jam
- Penjualan jersey naik 1.500%
- Liga Saudi jadi sorotan global
- Prestasi bersama Ronaldo:
- Juara Liga Saudi 2023–24
- Top scorer liga (35 gol)
- Finalis Piala Arab Club Champions 2023
💬 “Saya datang bukan hanya untuk bermain, tapi untuk membuat sejarah.”
— Cristiano Ronaldo, 2023
🏟️ Al-Awwal Park: Istana Kuning di Jantung Riyadh
- Nama baru: Al-Awwal Park (mulai 2 023), sebelumnya King Fahd International Stadium
- Kapasitas: 25,000 (sementara), akan diperluas ke 40,000
- Karakteristik:
- Modern, futuristik, dengan fasilitas kelas dunia
- “Ultras Yellow” diisi oleh fans paling fanatik
- Suasana sangat panas dan penuh gairah, terutama saat derby melawan Al-Hilal
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Al-Nassr, Al-Nassr… Anta al-zaeem!”
(Al-Nassr, Al-Nassr… Kau Sang Pemimpin!)
🔥 Rivalitas Utama: Derbi Riyadh vs Al-Hilal
- Lawan utama: Al-Hilal SFC
- Pertandingan disebut “Derbi Riyadh” — salah satu derby paling sengit di Asia
- Perbedaan identitas:
- Al-Nassr: Klub rakyat, modern, global
- Al-Hilal: Klub elit, tradisional, paling sukses di Asia
- Head-to-head:
- Al-Hilal unggul secara historis, tapi Al-Nassr sering menang di era Ronaldo
⚔️ Pertandingan ini dianggap “El Clásico-nya Arab Saudi” — selalu ditonton 100+ juta orang di seluruh dunia.
🌍 Strategi Global: Membangun Super Klub Asia
- Al-Nassr kini menjadi pilar utama visi Saudi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi melalui olahraga.
- Perekrutan bintang global:
- Cristiano Ronaldo (Portugal)
- Sadio Mané (Senegal)
- Marcelo Brozović (Kroasia)
- Aymeric Laporte (Prancis/Spanyol)
- Target jangka panjang:
- Menang Piala Champions Asia
- Jadi klub pertama Asia yang menang Piala Dunia Antarklub FIFA
💡 Fakta Unik
- Al-Nassr adalah klub pertama di Asia yang miliki pemain dengan 5 Ballon d’Or (Cristiano Ronaldo).
- Al-Awwal Park adalah satu-satunya stadion di Arab Saudi yang diberi nama sponsor bank lokal (Al-Awwal Bank).
- Klub ini menolak tawaran dari investor asing non-Saudi — tetap ingin “milik negara”.
- “Ultras Yellow” adalah satu-satunya kelompok suporter di Asia yang menggunakan drone untuk membentuk logo klub di langit stadion.
🏁 Masa Depan: Menuju Dominasi Asia & Global
- 2024/25: Target —
- Pertahankan Liga Saudi
- Juara Piala Champions Asia
- Lolos ke Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
- Fokus pada:
- Bangun skuad hybrid (bintang global + pemain lokal)
- Perluas stadion dan akademi muda
- Jadikan Al-Nassr sebagai “wajah baru sepak bola Asia”
“We don’t just play in Saudi. We represent Asia — with yellow fire and global ambition.”
💬 Kesimpulan
Al-Nassr FC bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol transformasi Arab Saudi, jembatan antara Timur dan Barat, dan bukti bahwa ambisi bisa mengubah sejarah dalam semalam.
“In Riyadh, we don’t follow football. We redefine it — one yellow heartbeat at a time.”
Vitória S.C.
🟢🤍 Profil Singkat Vitória S.C.
- Nama lengkap: Vitória Sport Clube
- Didirikan: 20 Februari 1910
- Kota: Guimarães, Portugal
- Stadion: Estádio D. Afonso Henriques (kapasitas: 30.060)
- Warna seragam: Hijau dan Putih
- Julukan:
- Os Conquistadores (Para Penakluk)
- Vitória de Guimarães
- Os Vimaranenses (Orang Guimarães)
- Pemilik: Klub milik anggota (sócios) — lebih dari 10.000 anggota
🏆 Prestasi: Raksasa Sejarah dengan Jiwa Pemberontak
Vitória SC adalah salah satu klub paling bersejarah di Portugal, dengan akar yang menembus awal abad ke-20.
Domestik (Portugal)
- Juara Taça de Portugal: 1 kali — 2012–13
→ Kalahkan Benfica 2–1 di final — kemenangan paling bersejarah dalam 103 tahun klub! - Runner-up Primeira Liga: 1970–71, 1987–88
- Pencapaian konsisten:
- Sering finish di 5 besar
- Lolos ke Eropa 8 kali sejak 2000
Eropa
- Piala Winners’ Cup 1987–88: Capai babak kedua
- Liga Europa:
- Fase grup 2008–09, 2010–11, 2013–14, 2019–20
- Pernah kalahkan Athletic Bilbao, Celtic, dan Olympiacos
💡 Vitória adalah satu-satunya klub Portugal di luar “Big Three” yang menang di kandang Benfica di final Piala Portugal.
🏰 Asal Identitas: Klub dari “Kota Kelahiran Portugal”
- Guimarães dijuluki “Cidade Berço” (Kota Kelahiran) — tempat Raja Afonso Henriques, pendiri Portugal, lahir pada 1109.
- Julukan “Os Conquistadores” mengacu pada semangat penaklukan nasional Portugal abad pertengahan.
- Warna hijau-putih diadopsi pada 1918, melambangkan harapan dan kemurnian perjuangan.
💬 “Guimarães bukan cuma kota. Ini jantung Portugal. Dan kami adalah nadinya.”
🏟️ Estádio D. Afonso Henriques: Istana di Tanah Leluhur
- Dibuka: 1965 (direnovasi untuk Piala Dunia 2006)
- Kapasitas: 30.060
- Nama: Diambil dari Raja Afonso Henriques, pendiri Portugal
- Karakteristik:
- “Curva Machado” diisi oleh “Torcida Guimaraes” — suporter paling fanatik
- Stadion menghadap ke Kastil Guimarães — situs UNESCO
- Suasana sangat intim, emosional, dan penuh nyanyian patriotik
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Vitória, Vitória… Terra de Afonso Henriques!”
(Vitória, Vitória… Tanah Afonso Henriques!)
🔥 Rivalitas Abadi: Minho Derby vs S.C. Braga
- Lawan utama: S.C. Braga
- Pertandingan disebut “Minho Derby” — salah satu derby paling sengit di Eropa
- Akar persaingan:
- Jarak hanya 25 km
- Guimarães: Kota bersejarah, “kelahiran Portugal”, konservatif
- Braga: Kota agama, modern, ambisius
- Fakta:
- Lebih dari 150 pertemuan sejak 1924
- Kartu merah dan insiden lapangan sangat umum
- Disebut “derbi paling panas di luar Lisbon/Porto”
⚔️ Fans Vitória menyebut Braga sebagai “kota tanpa sejarah” — Braga membalas dengan “Guimarães hidup di masa lalu”.
🧠 Filosofi Klub: “Tradisi di Atas Segalanya”
- Vitória dikenal sebagai “klub anti-komersial”:
- Menolak sponsor judi dan alkohol
- Tiket termurah di Primeira Liga (mulai dari €5)
- Fokus pada pemain lokal Minho
- Akademi “Centro de Formação” melahirkan:
- Ricardo Quaresma (latihan di sini usia muda)
- Tiago Silva, André André, Miguel Reisinho
💡 Fakta Unik
- Vitória SC adalah klub tertua ketiga di Portugal (setelah Porto dan Benfica).
- Estádio D. Afonso Henriques adalah satu-satunya stadion di Eropa yang bersebelahan langsung dengan kastil abad ke-10.
- Klub ini menolak tawaran investor asing besar sejak 2010 — tetap ingin “milik rakyat Guimarães”.
- “Torcida Guimaraes” adalah satu-satunya kelompok suporter di Portugal yang mengibarkan bendera nasional Portugal di setiap laga.
📉 Masa Tantangan & Kejayaan (2010–2024)
- 2010–2013: Krisis finansial, nyaris bangkrut
- 2013: Juara Taça de Portugal — selamatkan klub dari kehancuran
- 2017–2020: Konsisten di papan atas, lolos ke Eropa
- 2021–2024:
- Finish 6–8 besar Primeira Liga
- Bangun reputasi sebagai “pengganggu raksasa” — sering kalahkan Benfica, Porto, Sporting
💪 Kemenangan 2013 dianggap “la reconquista” (penaklukan ulang) — kebangkitan dari abu.
🏁 Masa Depan: Mempertahankan Jiwa di Tengah Modernisasi
- 2024/25: Target —
- Lolos ke Eropa
- Menangkan Minho Derby
- Perkuat akademi dan identitas lokal
- Tantangan:
- Menahan godaan menjual semua talenta
- Bersaing dengan anggaran Braga yang lebih besar
“We don’t need millions. We have history, hills, and green hearts.”
💬 Kesimpulan
Vitória Sport Clube bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah penjaga warisan nasional Portugal, simbol ketahanan kota bersejarah, dan bukti bahwa akar bisa menahan badai modernisasi.
“In Guimarães, we don’t just play football. We defend Portugal — one green heartbeat at a time.”
S.C. Braga
🔴⚪ Profil Singkat S.C. Braga
- Nama lengkap: Sporting Clube de Braga
- Didirikan: 19 Januari 1 921
- Kota: Braga, Portugal (kota ke-3 terbesar di Portugal, populasi ~200.000)
- Stadion: Estádio Municipal de Braga (dikenal sebagai “A Pedreira” – The Quarry), kapasitas: 30.286
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Os Arsenalizados (Pasukan Arsenal) — karena mirip jersey Arsenal
- Arsenalistas
- Braga
- Pemilik: SAD Braga (perusahaan saham publik), dengan dukungan kuat dari kota dan Universitas Minho
🏆 Prestasi: Raksasa Kecil yang Mengguncang Portugal
Braga bukan bagian dari “Big Three” (Benfica, Porto, Sporting), tapi telah menjadi penantang paling konsisten dan klub paling sukses ke-4 dalam sejarah Portugal.
Domestik (Portugal)
- Juara Taça de Portugal: 2 kali
- 1 966 (pertama dan satu-satunya hingga 2016)
- 2016 — akhiri 50 tahun puasa trofi mayor!
- Runner-up Primeira Liga: 2009–10 — pencapaian tertinggi dalam sejarah klub!
- Juara Taça da Liga: 2 kali (2012–13, 2019–20)
Eropa — KEJUTAN DUNIA!
- Liga Europa:
- Runner-up 2011 — kalah 0–1 dari Porto di final Dublin
- Perempat final 2008 (kalah dari Zenit)
- Liga Champions:
- Fase grup 2010–11 — kalahkan Arsenal 2–0 di Emirates!
- Konsisten lolos ke Eropa sejak 2005
💡 Braga adalah satu-satunya klub Portugal di luar “Big Three” yang capai final Liga Europa dan menang di kandang Arsenal.
⚽ Asal Julukan “Os Arsenalizados”
- Pada 1930-an, presiden Braga terkesan dengan jersey merah-putih Arsenal saat berkunjung ke London.
- Ia memutuskan mengadopsi warna yang sama — dan julukan “Arsenalistas” melekat sejak itu.
- Meski bukan afiliasi resmi, hubungan persahabatan dengan Arsenal tetap ada hingga kini.
💬 “Kami bukan Arsenal. Tapi kami membawa semangat London ke tanah Braga.”
🏔️ Estádio Municipal de Braga (“A Pedreira”): Istana di Tengah Tambang
- Dibuka: 2003 (untuk Piala Eropa 2004)
- Arsitek: Eduardo Souto de Moura — pemenang Pritzker Prize
- Kapasitas: 30.286
- Desain unik:
- Dibangun di bekas tambang batu kapur (quarry)
- Hanya punya tribun di satu sisi — sisi lain adalah tebing batu alami setinggi 70 meter
- Jembatan gantung menghubungkan tribun dengan kota
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di dunia yang dibangun di dalam tambang terbuka.
🎶 Suasana di “A Pedreira” sangat intim dan menakutkan — tebing memantulkan sorakan fans seperti gema neraka.
🌟 Era Keemasan: 2009–2011 — Mimpi Eropa dari Braga
Di bawah pelatih Domingos Paciência dan Leonardo Jardim, Braga mencapai puncak sejarah:
- 2009–10: Runner-up Primeira Liga — kalah hanya 2 poin dari Benfica!
- 2010–11:
- Lolos ke Liga Champions
- Kalahkan Arsenal 2–0 di London
- Capai final Liga Europa — kalah dari tetangga Porto
- Pemain ikonik:
- Hugo Viana
- Miguel Garcia
- Alan (striker Brasil)
- Custódio
💥 Musim itu dianggap “puncak ambisi Braga” — kota kecil hampir menggulingkan takhta Lisbon & Porto.
🔥 Rivalitas Utama
- Vitória SC (Guimarães) → “Minho Derby”
- Rival paling sengit — jarak hanya 25 km
- Akar dari persaingan historis dua kota utara Portugal
- Disebut “derbi paling emosional di luar Lisbon/Porto”
- FC Porto, Benfica, Sporting CP → “Big Three” yang sering dihadapi sebagai “underdog”
💚 Filosofi & Model Bisnis: “Ambisi Tanpa Uang Minyak”
- Braga dikenal sebagai “klub cerdas”:
- Tidak punya pemilik miliarder (berbeda dengan Benfica/Porto/Sporting)
- Fokus pada pemain muda Brasil, Afrika, dan Eropa Timur
- Akademi “Braga Football Campus” berkualitas tinggi
- Model:
- Beli murah → kembangkan → jual ke klub besar
- Gunakan profit untuk pertahankan stabilitas dan infrastruktur
💰 Braga adalah satu-satunya klub Portugal di luar “Big Three” yang selalu untung dalam 15 tahun terakhir.
💡 Fakta Unik
- Estádio Municipal de Braga adalah satu-satunya stadion di dunia yang didesain menyerupai teater Romawi kuno.
- Braga adalah satu-satunya klub Eropa yang stadionnya tidak punya tribun di dua sisi — hanya satu sisi penonton, sisanya tebing batu!
- Klub ini tidak pernah terdegradasi sejak 1988 — konsistensi luar biasa untuk klub non-elite.
- “Minho Derby” adalah satu-satunya derbi di Eropa yang kedua kota memiliki katedral abad ke-12 yang saling memandang.
📉 Masa Tantangan & Kebangkitan (2012–2024)
- 2012–2018: Alami krisis finansial, sering gagal lolos Eropa
- 2019–2020: Juara Taça da Liga, kembali ke peta Eropa
- 2021–2024:
- Konsisten di 4–5 besar Primeira Liga
- Lolos ke Liga Konferensi Eropa
- Bangun reputasi sebagai “tim paling ofensif di Portugal”
💪 Braga terus membuktikan bahwa ukuran kota bukan penghalang untuk bermimpi besar.
🏁 Masa Depan: Menjadi “Big Four” Portugal?
- 2024/25: Target —
- Finish 3 besar Primeira Liga
- Lolos ke fase gugur Liga Europa/Liga Konferensi
- Perkuat akademi dan scouting global
- Visi:
- Jadikan Braga sebagai “klub model Eropa untuk kota universitas”
- Pertahankan identitas lokal di tengah komersialisasi
“We don’t have oil money. But we have rock, heart, and red fire.”
💬 Kesimpulan
S.C. Braga bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah bukti bahwa ambisi bisa tumbuh di batu, semangat kota kecil bisa mengguncang raksasa, dan sebuah tambang tua bisa jadi istana impian.
“In Braga, we don’t play to be fourth. We play to be first — in heart, if not in trophies.”
