persija jakarta
now browsing by tag
Stade Rennais FC
🔴⚫ Profil Singkat Stade Rennais FC
- Nama lengkap: Stade Rennais Football Club
- Didirikan: 10 Maret 1901
- Kota: Rennes, Brittany, Prancis
- Stadion: Roazhon Park (kapasitas: 29.778)
- Warna seragam: Merah dan Hitam
- Julukan:
- Les Rouge et Noir
- Les Bretons
- Le Stade
- Pemilik: Groupe Artémis (perusahaan François-Henri Pinault, CEO Kering / Gucci), sejak 1998
🏆 Prestasi: Pabrik Bakat dengan Jiwa Kompetitif
Rennes mungkin tidak sering juara, tapi memiliki reputasi luar biasa dalam pembinaan pemain muda dan konsistensi di papan atas Ligue 1.
Domestik (Prancis)
- Juara Coupe de France: 3 kali
- 1965, 1971, 2019
→ 2019: Kemenangan paling bersejarah — kalahkan Paris Saint-Germain 6–5 adu penalti di final!
- 1965, 1971, 2019
- Runner-up Ligue 1: 1949, 1950, 1956, 1965
- Finish 3–6 besar Ligue 1: Konsisten sejak 2018
Eropa
- Liga Europa:
- Perempat final 2022/23 (kalah dari AS Roma)
- Liga Champions:
- Fase grup 2019/20 — debut pertama dalam sejarah klub!
💡 Rennes adalah satu-satunya klub Prancis yang juara Piala Prancis dengan skuad termuda sepanjang sejarah (rata-rata usia 21 tahun, 2019).
🏰 Asal Identitas: Akar Breton yang Tak Terpatahkan
- Rennes adalah kota terbesar di Brittany, wilayah dengan budaya dan bahasa unik (bukan bagian dari “Prancis utama”).
- Warna merah-hitam diadopsi pada 1907, terinspirasi dari warna seragam sekolah teknik lokal.
- Klub ini menjadi simbol kebanggaan Breton — melawan dominasi Paris dalam budaya dan olahraga.
💬 “Nous sommes Bretons. Pas Français. Nous sommes Rennais.”
(“Kami orang Breton. Bukan Prancis. Kami orang Rennes.”)
🌟 Akademi Terbaik di Prancis: “Centre d’Entainement Henri Guérin”
- Dianggap sebagai akademi nomor 1 di Prancis, bahkan menyaingi Clairefontaine (akademi nasional).
- Melahirkan bintang dunia:
- Ousmane Dembélé
- Eduardo Camavinga
- Mathys Tel
- Désiré Doué (bintang 2024)
- Filosofi: Kembangkan pemain teknis, cerdas, dan kreatif sejak usia 12 tahun.
💰 Rennes dikenal karena model bisnis cerdas:
- Beli pemain muda murah atau bentuk sendiri
- Jual ke klub besar (Real Madrid, Bayern, PSG)
- Gunakan profit untuk perkuat akademi
🏟️ Roazhon Park: Istana di Jantung Brittany
- Nama: “Roazhon” adalah sebutan dalam bahasa Breton untuk “Rennes”
- Kapasitas: 29.778
- Karakteristik:
- “Tribune Mordelles” diisi oleh “Allez Rennes” — kelompok suporter paling vokal
- Stadion dikelilingi mural Breton dan simbol Celtic
- Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian Breton
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Ligue 1 yang namanya dalam bahasa lokal (bukan Prancis).
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Rennes, Allez Breizh!”
(Maju Rennes, Maju Brittany!)
🔥 Rivalitas Utama
- FC Nantes → “Derbi Brittany”
- Rival paling sengit — akar dari persaingan historis antara Rennes (keuskupan) vs Nantes (pelabuhan)
- Pertandingan selalu emosional, penuh nyanyian tradisional, dan gengsi tinggi
- Stade Brestois → rival regional barat Prancis
- PSG → rival modern (akademi vs uang)
📈 Kebangkitan Modern: Era Pinault (1998–Sekarang)
- 1998: Dibeli oleh François-Henri Pinault (miliarder Prancis, pemilik Gucci)
- Investasi jangka panjang di:
- Akademi
- Infrastruktur stadion
- Pelatih berkualitas (Christian Gourcuff, Julien Stéphan, Bruno Génésio)
- 2018–2024:
- Lolos ke Eropa 5 musim berturut-turut
- Juara Piala Prancis 2019
- Konsisten di papan atas Ligue 1
💡 Fakta Unik
- Roazhon Park adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya patung singa Breton di depan gerbang utama.
- Rennes adalah satu-satunya klub di dunia yang menjual 3 pemain muda ke Real Madrid dalam 3 tahun (Dembélé 2015, Camavinga 2021, Tel 2022).
- Klub ini aktif melestarikan bahasa Breton — lagu, spanduk, dan media sosial sering pakai bahasa lokal.
- “Groupe Artémis” tidak pernah utang — Rennes adalah salah satu klub paling sehat finansial di Eropa.
🏁 Masa Depan: Menjadi Kekuatan Eropa Berkelanjutan
- 2024/25: Target — konsisten di 5 besar Ligue 1, lolos ke Liga Europa/Liga Champions
- Fokus pada:
- Pertahankan akademi kelas dunia
- Bangun tim muda + berpengalaman
- Jadikan Rennes sebagai “tujuan elit” bagi bakat Eropa
“We don’t buy stars. We grow forests.”
💬 Kesimpulan
Stade Rennais bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah jantung budaya Brittany, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa identitas lokal bisa bersaing di panggung global.
“In Rennes, we don’t follow Paris. We lead with our roots.”
AS Monaco F.C.
🔴🤍 Profil Singkat AS Monaco FC
- Nama lengkap: Association Sportive de Monaco Football Club
- Didirikan: 23 Agustus 1924
- Kota: Fontvieille, Monaco
- Stadion: Stade Louis II (kapasitas: 16.500)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Les Rouge et Blanc
- Les Monégasques
- Pemilik: Dmitry Rybolovlev (miliarder Rusia), sejak 2011 (melalui perusahaan Monaco Football Club SA)
🏆 Prestasi: Raksasa Prancis dengan Jiwa Eropa
Monaco adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Prancis, terutama dikenal karena konsistensi Eropa dan pembinaan pemain muda kelas dunia.
Domestik (Prancis)
- Juara Ligue 1: 8 kali
- 1961, 1963, 1971, 1978, 1982, 1988, 1997, 2017
→ 2017: Akhiri dominasi PSG selama 4 tahun — salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Ligue 1 modern!
- 1961, 1963, 1971, 1978, 1982, 1988, 1997, 2017
- Juara Coupe de France: 5 kali
- Juara Trophée des Champions: 3 kali
Eropa
- Liga Champions:
- Runner-up 2004 (kalah 0–3 dari Porto asuhan José Mourinho)
- Piala Winners’ Cup:
- Juara 1992 (kalahkan Werder Bremen 2–0)
- Piala UEFA:
- Runner-up 1992
💡 Monaco adalah satu-satunya klub dari luar Prancis daratan yang juara Ligue 1, karena Monaco adalah negara berdaulat.
🏰 Asal Identitas: Klub Kerajaan di Jantung Riviera
- Monaco didirikan oleh anggota keluarga kerajaan Grimaldi dan komunitas elit Mediterania.
- Warna merah-putih diadopsi dari bendera Kerajaan Monaco.
- Klub ini mewakili gaya hidup mewah Riviera Prancis, tapi tetap menjaga akar sepak bola kompetitif.
💬 “Di Monaco, kami bermain bukan hanya untuk menang, tapi untuk menghibur dunia.”
🌟 Era Keemasan: 2013–2018 — Kembalinya Sang Pangeran
Setelah dibeli oleh Dmitry Rybolovlev, Monaco menjalani transformasi radikal:
- Investasi besar di pemain muda berbakat
- 2016/17: Juara Ligue 1 setelah 17 tahun — kalahkan PSG dengan 107 gol (rekor liga modern)
- 2017: Semi-finalis Liga Champions — kalahkan Manchester City, Dortmund, Real Madrid
- Gaya bermain: Menyerang total, cepat, kombinasi sayap mematikan
Pemain Ikonik Era Ini:
- Kylian Mbappé — bintang muda, top scorer Liga Champions 2017
- Radamel Falcao — kapten legendaris, “El Tigre”
- Bernardo Silva, Fabinho, Tiemoué Bakayoko, Benjamin Mendy
→ Hampir semua dijual ke klub besar Eropa dengan keuntungan besar
💰 Monaco dikenal sebagai “pabrik profit”: beli murah, kembangkan, jual mahal — model bisnis paling sukses di Eropa.
🏟️ Stade Louis II: Istana di Atas Laut
- Lokasi: Fontvieille, dibangun di atas tiang beton di atas Laut Mediterania
- Kapasitas: 16.500 — stadion terkecil di Ligue 1
- Karakteristik:
- Atap tertutup, arsitektur futuristik
- Arena atletik di bawah tribun
- Pemandangan langsung ke pelabuhan kapal pesiar
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di dunia yang sebagian strukturnya berdiri di atas laut.
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Monaco, Monaco… Allez les Rouge et Blanc!”
🔥 Rivalitas Utama
- OGC Nice → “Derbi Riviera”
- Jarak hanya 20 km
- Rivalitas akar dari persaingan kota pantai Mediterania
- Disebut “derbi paling berkelas di Prancis”
- Paris Saint-Germain (PSG) → rival modern (uang vs akademi)
- Olympique de Marseille → rival historis selatan Prancis
💚 Akademi & Filsafat: “Monaco, Sekolah Para Bintang”
- Monaco memiliki akademi muda terbaik ke-2 di Eropa (setelah La Masia Barcelona)
- Melahirkan:
- Kylian Mbappé
- Thierry Henry
- Lilian Thuram, Emmanuel Petit, David Trezeguet
- Filosofi: Kembangkan pemain teknis, cepat, cerdas — siap untuk klub top Eropa
💡 Fakta Unik
- Monaco adalah satu-satunya klub di dunia yang tidak membayar pajak — karena berada di negara bebas pajak.
- Stade Louis II adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya kolam renang Olimpiade di bawah tribun.
- Klub ini tidak pernah terdegradasi dari Ligue 1 sejak 1970-an — konsistensi luar biasa.
- Mbappé mencetak gol ke-100 untuk Monaco di usia 18 tahun — rekor klub.
🏁 Masa Depan: Membangun Dinasti Baru
- 2024/25: Target — konsisten di 3 besar Ligue 1, kembali ke Liga Champions
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda (Takumi Minamino, Wissam Ben Yedder, Mohamed Camara)
- Pertahankan model “beli-muda-jual-mahal”
- Bangun tim yang bisa menyaingi PSG
“We don’t buy stars. We create them.”
💬 Kesimpulan
AS Monaco bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol keanggunan Riviera, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa ukuran bukan penentu takdir.
“In Monaco, the sea is blue, the stars are red, and the future is always bright.”
Olympique Lyonnais
🔴🤍 Profil Singkat Olympique Lyonnais (OL)
- Nama lengkap: Olympique Lyonnais
- Didirikan: 26 Agustus 1950 (menggantikan Lyon Olympique Universitaire)
- Kota: Lyon, Auvergne-Rhône-Alpes, Prancis
- Stadion: Groupama Stadium (kapasitas: 59.186)
- Warna seragam: Merah, Biru, dan Putih
- Julukan:
- Les Gones (anak-anak Lyon dalam dialek lokal)
- OL
- Pemilik: Eagle Football Group (kelompok investor AS, termasuk John Textor), sejak 2022
🏆 Prestasi: Raja Ligue 1 yang Menguasai Satu Dekade
OL adalah salah satu klub paling dominan dalam sejarah sepak bola Prancis, terutama di awal abad ke-21.
Domestik (Prancis)
- Juara Ligue 1: 7 kali berturut-turut — rekor tak tertandingi di Prancis!
- 2002, 2 003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008
- Juara Coupe de France: 5 kali
- Terakhir: 2012
- Juara Trophée des Champions: 8 kali
Eropa
- Liga Champions:
- 7 kali capai perempat final (2003–2010)
- Semi-finalis 2010 (kalah dari Bayern Munich)
- Liga Europa:
- Runner-up 2014 (kalah dari Sevilla)
💡 OL adalah satu-satunya klub Prancis yang juara liga 7 kali berturut-turut — prestasi yang bahkan PSG belum bisa samai.
👦 Asal Julukan “Les Gones”
- “Gones” adalah istilah dalam dialek Lyonnais untuk menyebut “anak-anak” atau “pemuda lokal”.
- Julukan ini mencerminkan identitas kota Lyon — hangat, komunitas, dan penuh gairah lokal.
- Warna merah-biru-putih diadopsi dari bendera kota Lyon.
🌟 Era Keemasan: 2002–2010 — Dinasti Prancis
Di bawah presiden Jean-Michel Aulas dan pelatih seperti Paul Le Guen dan Alain Perrin, OL menciptakan dinasti tak terkalahkan:
- Gaya bermain: Teknis, cepat, dominan, berbasis akademi
- Pemain ikonik era ini:
- Juninho Pernambucano — legenda hidup, raja tendangan bebas
- Grégory Coupet — kiper terbaik Prancis
- Sidney Govou, Florent Malouda, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa
- 2006: OL sempat peringkat 1 dunia dalam peringkat klub IFFHS
💬 “Juninho didn’t take free kicks. He delivered destiny.”
— Fans OL
🏟️ Groupama Stadium: Istana Futuristik di Décines
- Dibuka: 2016 (menggantikan Stade de Gerland)
- Kapasitas: 59.186
- Karakteristik:
- Stadion paling modern di Prancis — atap tertutup sebagian, fasilitas kelas dunia
- “Virage Sud” diisi oleh “Bad Gones” dan “Nucleo Ultra” — suporter paling vokal
- Lokasi: Décines-Charpieu, pinggiran Lyon
- Fakta: Stadion ini jadi lokasi final Liga Champions Wanita 2016, 2019, 2022.
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Lyon, Allez OL… Les Gones sont là!”
(Maju Lyon, Maju OL… Anak-anak Lyon ada di sini!)
🔥 Rivalitas Utama
- AS Saint-Étienne → “Derbi Rhône-Alpes” atau “Le Derby”
- Rival paling sengit di Prancis — akar dari persaingan industri (Lyon: tekstil & keuangan vs Saint-Étienne: tambang & senjata)
- Disebut “derbi paling emosional di Eropa” oleh media internasional
- Olympique de Marseille → “Derbi Mediterranée”
- Paris Saint-Germain → rival modern (era pasca-2011)
💚 Akademi Terbaik di Eropa: “Centre TOLA VIVAS”
- OL dikenal sebagai “pabrik talenta Prancis”:
- Melahirkan Karim Benzema (Ballon d’Or 2022)
- Samuel Umtiti, Nabil Fekir, Anthony Martial (pernah di akademi)
- Rayan Cherki, Malick Fofana, Saidou Sow — bintang masa depan
- Akademi OL juara 5 kali Turnamen Antara Akademi Eropa (2010–2023).
📉 Masa Kelam & Kebangkitan (2010–2023)
- 2010–2022: Puasa gelar liga, sering kalah dari PSG
- 2020: Bangkrut hampir terjadi — utang €300 juta
- 2022: Dibeli oleh John Textor (investor AS) — bawa stabilitas finansial
- 2023–24: Kebangkitan luar biasa — finish ke-3 di Ligue 1, lolos ke Liga Champions 2 024/25
💥 Musim 2023/24 dianggap sebagai “kembalinya OL ke peta Eropa”.
💡 Fakta Unik
- Juninho Pernambucano mencetak 44 gol dari tendangan bebas untuk OL — rekor dunia untuk satu klub.
- OL adalah satu-satunya klub di dunia yang punya tim pria, wanita, dan esports semua juara nasional dalam satu tahun (2022).
- Bad Gones (kelompok suporter) adalah satu-satunya di Prancis yang menolak komersialisasi nyanyian.
- Groupama Stadium adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya taman pertanian urban di atapnya.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa
- 2024/25: Target — konsisten di 3 besar Ligue 1, capai perempat final Liga Champions
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda
- Pertahankan akademi kelas dunia
- Bangun tim yang bisa menyaingi PSG dan Marseille
“Nous ne construisons pas des équipes. Nous cultivons des légendes.”
(“Kami tidak membangun tim. Kami menanam legenda.”)
💬 Kesimpulan
Olympique Lyonnais bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kejayaan Prancis modern, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa akar lokal bisa melahirkan bintang global.
“In Lyon, we don’t follow trends. We set them — one legend at a time.”
Nottingham Forest F.C.
🟢🤍 Profil Singkat Nottingham Forest
- Nama lengkap: Nottingham Forest Football Club
- Didirikan: 1865
- Kota: West Bridgford, Nottinghamshire, Inggris
- Stadion: City Ground (kapasitas: 30.445)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- The Reds
- Forest
- Pemilik: Evangelos Marinakis (pengusaha Yunani, juga pemilik Olympiacos), sejak 2017
🏆 Prestasi: Raksasa Eropa dari Kota Robin Hood
Nottingham Forest adalah bukti hidup bahwa keajaiban nyata ada dalam sepak bola.
Domestik (Inggris)
- Juara Liga Inggris (First Division): 1 kali — 1977–78
→ Promosi dari kasta kedua (1976–77) → juara liga (1977–78) → salah satu kebangkitan tercepat dalam sejarah! - Juara Piala FA: 2 kali
- 1898, 1959
- Juara Piala Liga Inggris: 4 kali
- 1 978, 1979, 1989, 1990
- Runner-up Liga Inggris: 1967
Eropa & Dunia – KEJAYAAN ABADI
- Piala Champions (kini Liga Champions): 2 kali juara berturut-turut!
- 1979: Kalahkan Malmö FF (Swedia) 1–0
- 1980: Kalahkan Hamburger SV (Jerman) 1–0
- Piala Super UEFA: Juara 1979
- Piala Interkontinental: Runner-up 1980
💡 Fakta Legendaris:
Forest adalah satu-satunya klub di dunia yang lebih banyak juara Piala Champions (2) daripada juara liga domestik (1).
Mereka juga tidak pernah kalah di Liga Champions — menang 4 laga, imbang 2 dalam 2 musim!
🌳 Asal Nama & Identitas: Legenda Sherwood
- Nama “Forest” diambil dari Hutan Sherwood, tempat legenda Robin Hood bersembunyi.
- Warna merah melambangkan keberanian dan semangat pemberontakan.
- Klub ini dikenal sebagai “tim Robin Hood” — “mengambil dari yang kaya (raksasa), memberi pada yang miskin (fans biasa)”.
🦁 Era Brian Clough: Keajaiban yang Tak Tertandingi (1975–1993)
Pelatih Brian Clough adalah arsitek keajaiban Forest:
- 1975: Datang ke Forest saat klub di kasta kedua
- 1977: Promosi ke First Division
- 1978: Juara Liga Inggris
- 1979 & 1980: Juara Piala Champions 2 kali berturut-turut
- Gaya bermain: Disiplin ekstrem, kerja tim, serangan balik mematikan
- Filsafat: “Sepak bola bukan soal bintang. Soal karakter.”
💬 “People say I’m arrogant. But I’ve won the European Cup twice with Nottingham Forest. What have you done?”
— Brian Clough
🏟️ City Ground: Istana di Pinggir Sungai Trent
- Dibuka: 1898
- Kapasitas: 30.445
- Lokasi: Tepi Sungai Trent — salah satu stadion paling indah di Inggris
- Karakteristik:
- “Trent End” diisi oleh fans paling fanatik
- Suasana intim dan penuh gairah, terutama saat derby melawan Derby County
- Rencana: Perluasan ke 38.000 dalam 5 tahun
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Brian Clough, he built a team…
That conquered Europe, made us dream!”
🔥 Rivalitas Utama
- Derby County → “East Midlands Derby”
- Rival paling sengit — akar dari persaingan kota tetangga
- Disebut “The Brians’ Derby” karena dulu dilatih Brian Clough (Forest) vs Brian Little (Derby)
- Leicester City → rival regional Midlands
- Notts County → “Nottingham Derby” (klub tertua di dunia, didirikan 1862)
📉 Masa Kelam: Jatuh dari Langit (1993–2022)
- 1993: Clough pensiun — awal kemerosotan
- 1999: Terdegradasi ke kasta kedua
- 2000–2022: Terjebak di Championship & League One — bahkan nyaris bangkrut
- 2022: Promosi ke Premier League setelah 23 tahun absen!
→ Di bawah pelatih Steve Cooper, Forest kembali ke peta besar
💚 Kebangkitan di Bawah Evangelos Marinakis (2017–Sekarang)
- 2017: Dibeli oleh Evangelos Marinakis (pemilik Olympiacos)
- Investasi besar di:
- Pemain berkualitas (Morgan Gibbs-White, Chris Wood, Murillo)
- Akademi muda
- Infrastruktur stadion
- 2022–2024: Konsisten di Premier League, bahkan kalahkan Liverpool, Man United, Chelsea
💡 Forest adalah satu-satunya klub Inggris yang kembali ke Premier League dan langsung bertahan 2 musim berturut-turut setelah 23 tahun absen.
💡 Fakta Unik
- Stadion City Ground adalah satu-satunya di Inggris yang berbagi lokasi dengan lintasan dayung internasional.
- Peter Taylor (asisten Clough) adalah arsitek taktik diam-diam di balik keajaiban Eropa.
- Klub ini tidak pernah pakai nama sponsor di depan nama klub — tetap “Nottingham Forest”.
- Robin Hood bukan sekadar legenda — patungnya berdiri di luar stadion, dan topengnya sering dipakai fans.
🏁 Masa Depan: Menjaga Warisan, Mengejar Impian Baru
- 2024/25: Target — konsisten di Premier League, bangun tim yang bisa lolos ke Eropa
- Fokus pada:
- Pertahankan akar komunitas
- Kembangkan pemain muda
- Hormati warisan Clough tanpa terjebak di masa lalu
“We’ve been to the top of Europe. Now, we’re climbing again.”
💬 Kesimpulan
Nottingham Forest bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah bukti bahwa keajaiban bisa direncanakan, karakter lebih berharga daripada bintang, dan sejarah bukan beban — tapi kompas.
“In Nottingham, we don’t follow dreams. We build them — one European Cup at a time.”
Leeds United F.C.
⚪ Profil Singkat Leeds United
- Nama lengkap: Leeds United Football Club
- Didirikan: 17 Oktober 1919 (menggantikan Leeds City yang dibubarkan)
- Kota: Leeds, West Yorkshire, Inggris
- Stadion: Elland Road (kapasitas: 37.890)
- Warna seragam: Putih
- Julukan:
- The Whites
- The Peacocks (Merak — dari pub “The Peacock” dekat stadion)
- Pemilik: 49ers Enterprises (kelompok investor AS, terkait San Francisco 49ers), sejak 2023
🏆 Prestasi: Raksasa Inggris dengan Jiwa Pemberontak
Leeds United adalah salah satu klub paling berprestasi dan paling dibenci di era 1970-an, dengan warisan yang penuh kontradiksi: juara sekaligus pengacau.
Domestik (Inggris)
- Juara Liga Inggris (First Division): 3 kali
- 1969, 1974, 1992
→ 1992: Juara liga terakhir sebelum era Premier League dimulai!
- 1969, 1974, 1992
- Juara Piala FA: 1 kali — 1972 (kalahkan Arsenal 1–0)
- Juara Piala Liga Inggris: 1 kali — 1968
- Runner-up Liga Inggris: 5 kali (termasuk 3 kali di bawah Don Revie)
Eropa
- Piala Champions: Runner-up 1975 (kalah 0–2 dari Bayern Munich)
- Piala Winners’ Cup: Juara 1972
- Piala Inter-Cities Fairs Cup: 2 kali juara (1968, 1 971) — cikal bakal Liga Europa
💡 Leeds adalah satu-satunya klub Inggris yang pernah juara liga pada musim terakhir sebelum revolusi Premier League (1991–92).
🔥 Era Don Revie: “Tim Terkuat yang Tak Pernah Juara Eropa”
Di bawah manajer legendaris Don Revie (1961–1974), Leeds menjadi mesin tempur Inggris:
- Gaya bermain: Fisik, agresif, pressing tinggi, disiplin taktis ekstrem
- “Dirty Leeds”: Julukan sinis karena gaya bermain kasar, sering dapat kartu merah
- Pemain ikonik:
- Billy Bremner (kapten legendaris, “jantung Leeds”)
- Johnny Giles, Eddie Gray, Norman Hunter, Jack Charlton
- 1973–1975: Capai 3 final Eropa, tapi kalah semua — dianggap “tim terkuat yang gagal di Eropa”
💬 “We didn’t play football to be liked. We played to win.”
— Billy Bremner
📉 Masa Kelam: Jatuh dari Langit (2001–2020)
- 2001: Final Liga Champions vs Bayern Munich — kalah 0–1, tapi tetap jadi kebanggaan
- 2004: Terdegradasi ke Championship — awal kehancuran
- 2007: Terdegradasi ke League One (kasta ketiga) — pertama kalinya dalam 80 tahun!
- Hutang £100 juta, nyaris bangkrut, fans protes besar-besaran
💔 Banyak fans menyebut periode ini sebagai “the darkest years”.
🦅 Kebangkitan ala Marcelo Bielsa: “The Bielsa Revolution” (2018–2022)
- 2018: Pelatih Argentina Marcelo Bielsa ditunjuk — dianggap gila oleh banyak pihak
- Filosofi: “Sepak bola total” — possession, pressing intens, tidak pernah bertahan
- 2019/20: Juara Championship — promosi ke Premier League setelah 16 tahun!
- Raih 93 poin — musim paling dominan di Championship modern
- Dijuluki “the best team not in the Premier League”
💬 “Bielsa didn’t just bring tactics. He brought dignity back to Leeds.”
🏟️ Elland Road: Istana di West Yorkshire
- Dibuka: 1897
- Kapasitas: 37.890
- Karakteristik:
- “East Stand” diisi oleh “Leeds United Supporters’ Trust” — fans paling fanatik
- Suasana sangat intim dan menakutkan untuk tim tamu
- Lagu kebanggaan: “Marching On Together” — dinyanyikan sebelum setiap laga
🎶 “We’ve been through it all, we’ve seen the lot…
But we’ve never lost our pride!”
🔥 Rivalitas Utama
- Manchester United → “Roses Derby”
- Akar dari Perang Mawar (1455–1487) antara Lancaster (Merah) vs York (Putih)
- Disebut rivalitas paling dibenci di Inggris — lebih panas daripada City vs United!
- Chelsea → rival ideologis: “Dirty Leeds” vs “Cockney Chelsea”
- Bradford City → “West Yorkshire Derby” (jarang terjadi karena beda kasta)
💚 Identitas & Filosofi: “We Are Leeds!”
- Leeds dikenal sebagai “klub rakyat”:
- Dekat dengan komunitas kelas pekerja Yorkshire
- Menolak komersialisasi berlebihan
- Akademi muda “Thorp Arch” melahirkan talenta seperti James Milner, Aaron Lennon, Kalvin Phillips
💡 Fakta Unik
- Elland Road adalah satu-satunya stadion di Inggris yang punya “Billy Bremner Stand” dan “Don Revie Stand” — menghormati dua legenda abadi.
- Leeds adalah klub pertama di Inggris yang memakai nomor punggung permanen (Billy Bremner: No. 4).
- Marcelo Bielsa pernah mengirim pemain lawan ke rumah sakit saat latih tanding — karena merasa Leeds curang!
- Klub ini menolak merger dengan rival Bradford pada 1900-an — mempertahankan identitas sendiri.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan
- 2024/25: Bermain di Championship setelah terdegradasi dari Premier League (2023)
- Target: Promosi langsung ke Premier League
- Fokus pada:
- Bangun tim muda bersemangat
- Pertahankan filosofi menyerang
- Kembalikan Elland Road sebagai benteng tak terkalahkan
“We’re not just a club. We’re a state of mind.”
💬 Kesimpulan
Leeds United bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan Yorkshire, warisan pemberontakan, dan bukti bahwa harga diri lebih penting daripada popularitas.
“In Leeds, we don’t follow football. We live it.”
FC Köln
🟥🤍 Profil Singkat 1. FC Köln
- Nama lengkap: 1. Fußball-Club Köln 01/07 e.V.
- Didirikan: 13 Februari 1948 (hasil penggabungan Kölner BC 01 dan Spielvereinigung Sülz 07)
- Kota: Köln (Cologne), Nordrhein-Westfalen, Jerman
- Stadion: RheinEnergieSTADION (kapasitas: 50.000)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Die Geißböcke (Kambing Jantan)
- Effzeh (pelafalan dialek Kölner untuk “1. FC”)
- Pemilik: Klub milik anggota (socios) — lebih dari 100.000 anggota
🏆 Prestasi: Raksasa Awal Bundesliga
- FC Köln adalah salah satu klub paling bersejarah di Jerman, dengan warisan yang membentang sejak era pra-Bundesliga.
Domestik (Jerman)
- Juara Bundesliga: 3 kali
- 1963–64 → juara pertama dalam sejarah Bundesliga!
- 1977–78, 1982–83
- Juara Liga Jerman (sebelum Bundesliga): 2 kali
- 1949, 1962
- Juara DFB-Pokal (Piala Jerman): 4 kali
- 1968, 1 977, 1978, 1983
- Double: 1977–78 (liga + piala)
Eropa
- Piala Champions:
- Semifinalis 1964 (kalah dari Inter Milan)
- Piala UEFA:
- Runner-up 1986 (kalah dari Real Madrid)
💡 Köln adalah satu-satunya klub yang juara Bundesliga di musim pertama kompetisi ini berdiri — sebuah kehormatan sejarah yang tak tergantikan.
🐐 Asal Julukan “Die Geißböcke” (Kambing Jantan)
- Pada 1950-an, pemilik kebun binatang Köln, Theo Pabst, memberi hadiah kambing jantan ke klub sebagai maskot.
- Kambing itu diberi nama “Hennes” — dari pelatih legendaris Hennes Weisweiler.
- Sejak itu, Hennes jadi simbol klub — kini sudah pada Hennes IX!
- Setiap pertandingan kandang, Hennes keliling stadion — menghibur fans dan memberi keberuntungan.
🐐 Tradisi: Jika Köln menang, Hennes dipakaikan syal merah-putih. Jika kalah, syal itu tetap dikalungkan — sebagai bentuk solidaritas.
🎭 Budaya Khas: Karneval di Atas Lapangan
- Köln adalah ibukota karneval Jerman — dan semangat itu merembet ke sepak bola:
- Fans menyanyi dengan logat Kölner, penuh humor dan keceriaan
- Lagu kebanggaan: “Mer stehn auf dat Effzeh!” (Kami mendukung 1. FC!)
- Sebelum laga, fans sering minum “Kölsch” (bir lokal) dan menyanyi di pub
- Meski rivalitas sengit, suasana tetap meriah dan ramah — jarang terjadi kekerasan.
💬 “In Köln, we don’t just play football. We celebrate life.”
🏟️ RheinEnergieSTADION: Istana di Pinggir Sungai Rhine
- Kapasitas: 50.000
- Lokasi: Tepi Sungai Rhine — salah satu stadion paling indah di Jerman
- Karakteristik:
- “Block 11” diisi oleh “Ultras Köln” — suporter paling vokal
- Stadion bergetar saat fans menyanyikan “Kölle Alaaf!” (slogan karneval)
- Fakta: Stadion ini jadi lokasi final Piala Dunia Wanita 2011.
🔥 Rivalitas Utama
- Borussia Mönchengladbach → “Rheinisches Derby”
- Rival paling panas di Jerman Barat — jarak hanya 30 km
- Dibenci karena persaingan industri, budaya, dan identitas Rhine
- Pertandingan selalu emosional, penuh kartu, dan penalti kontroversial
- Bayer Leverkusen → rival modern (disebut “Revierderby Kecil”)
- Fortuna Düsseldorf → rival historis Nordrhein
📉 Masa Kelam & Keterpurukan (2000–2020)
- 2000–2010: Sering naik-turun antara Bundesliga dan 2. Bundesliga
- 2018: Hampir bangkrut, diselamatkan oleh donasi fans (€1 juta dalam 10 hari!)
- 2023–2024: Terdegradasi ke 2. Bundesliga setelah 10 tahun di kasta tertinggi
Namun, semangat “Effzeh” tak pernah padam. Stadion tetap penuh, dan fans tetap menyanyi:
“Wir bleiben treu, bis an unser’n Tod!”
(Kami setia, sampai mati!)
🌟 Legenda Abadi: Overath, Kremer, Schumacher
- Wolfgang Overath — playmaker legendaris, kapten era 1960-an, kini presiden kehormatan
- Pierre Littbarski — sayap cepat era 1980-an, juara Piala Dunia 1990
- Harald “Toni” Schumacher — kiper kontroversial (tendang Battiston di Piala Dunia 1982), tapi pahlawan di Köln
💡 Fakta Unik
- 1. FC Köln adalah klub Jerman pertama yang punya tim wanita profesional (1970), sekarang juara liga wanita Jerman 2023.
- Hennes si kambing adalah maskot paling tua dan paling dicintai di Jerman — bahkan punya monumen di luar stadion.
- Klub ini menolak sponsor judi dan alkohol selama bertahun-tahun — sesuai nilai keluarga Kölner.
- “Kölsch” (bir lokal) tidak boleh disebut “bir” di stadion — hanya boleh disebut “Altbier” karena aturan larangan alkohol di tribun.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan
- 2024/25: Bermain di 2. Bundesliga
- Target: Promosi langsung ke Bundesliga
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda
- Pertahankan akademi kelas dunia
- Bangun kembali tim yang bisa bersaing di papan atas
“Wir sind Köln! Und Köln steht auf!”
(Kami adalah Köln! Dan kami bangkit kembali!)💬 Kesimpulan
- FC Köln bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah jiwa kota Kölner, warisan pendiri Bundesliga, dan bukti bahwa keceriaan dan ketangguhan bisa berjalan beriringan.“In Köln, we lose with dignity, win with joy, and always — always — with Kölsch in our hearts.”
Borussia Mönchengladbach
🟢🤍 Profil Singkat Borussia Mönchengladbach
- Nama lengkap: Borussia VfL 1900 Mönchengladbach e.V.
- Didirikan: 1 April 1900
- Kota: Mönchengladbach, Nordrhein-Westfalen, Jerman
- Stadion: Borussia-Park (kapasitas: 54.057)
- Warna seragam: Hijau dan Putih
- Julukan:
- Die Fohlen (Anak Kuda)
- Gladbach
- Pemilik: Klub milik anggota (socios) — filosofi anti-komersial
🏆 Prestasi: Raksasa Jerman Era 1970-an
Mönchengladbach adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Bundesliga, terutama di era emas 1970-an.
Domestik (Jerman)
- Juara Bundesliga: 5 kali
- 1970, 1971, 1975, 1976, 1977
→ Satu-satunya klub Jerman yang juara Bundesliga 2 kali berturut-turut 2x (1970–71 & 1975–77)
- 1970, 1971, 1975, 1976, 1977
- Juara DFB-Pokal (Piala Jerman): 3 kali
- 1960, 1973, 1995
- Runner-up Bundesliga: 6 kali (terbanyak ke-2 setelah Bayern)
Eropa & Dunia
- Piala UEFA (Liga Europa): 2 kali juara
- 1975, 1979
- Piala Champions: Runner-up 1977
→ Kalah 0–1 dari Liverpool di final, Roma — satu-satunya final Liga Champions dalam sejarah klub - Piala Winners’ Cup: Capai semifinal (1967)
💡 Mönchengladbach adalah satu-satunya klub Jerman yang pernah juara Bundesliga 5 kali dan Piala UEFA 2 kali, tapi belum pernah juara Liga Champions.
🐴 Asal Julukan “Die Fohlen” (Anak Kuda)
- Pada 1960-an, pelatih Hennes Weisweiler membangun tim dari pemain muda berusia 18–22 tahun.
- Media Jerman menyebut mereka “Anak Kuda” karena lincah, cepat, liar, dan penuh energi — seperti kuda muda yang tak terkendali.
- Julukan itu melekat selamanya — menjadi simbol filosofi klub: berani, ofensif, dan tak kenal takut.
🐴 Maskot resmi klub: Hennes — kambing jantan yang diberi nama dari pelatih legendaris Hennes Weisweiler.
🌟 Era Keemasan: 1970–1979 — “Tim Paling Menyerang di Eropa”
Di bawah Hennes Weisweiler dan Udo Lattek, Gladbach menjadi teror Eropa:
- Gaya bermain: Menyerang total, pressing tinggi, kombinasi sayap mematikan
- Pemain legendaris:
- Günter Netzer — playmaker genius, ikon Jerman
- Jupp Heynckes — striker tajam, lalu jadi pelatih legendaris
- Berti Vogts — bek kanan terbaik dunia era 1970-an
- Allan Simonsen — pemain non-Jerman pertama yang menang Ballon d’Or (1977)
- 1977: Juara Bundesliga + Final Liga Champions — puncak kejayaan
💬 “Kami tidak bermain untuk tidak kalah. Kami bermain untuk menghancurkan.”
— Filosofi Hennes Weisweiler
🏟️ Borussia-Park: Istana Hijau di Rhine
- Dibuka: 2004 (menggantikan Bökelbergstadion yang legendaris)
- Kapasitas: 54.057
- Karakteristik:
- Modern, ramah keluarga, dengan atap hijau
- Tribun “Nordkurve” diisi oleh “Ultras ’99” — suporter paling fanatik
- Atmosfer panas, terutama saat melawan Köln, Düsseldorf, atau Dortmund
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Fohlen, Fohlen, lauf, lauf, lauf!”
(Anak kuda, anak kuda, berlarilah!)
🔥 Rivalitas Utama
- 1. FC Köln → “Rheinisches Derby”
- Rival paling sengit — jarak hanya 30 km
- Dibenci karena persaingan kota industri Rhine
- Pertandingan selalu emosional, penuh kartu, dan gengsi tinggi
- Fortuna Düsseldorf → rival historis Nordrhein
- Bayer Leverkusen → rival modern karena kedekatan geografis
💚 Filosofi Klub: “Sepak Bola untuk Rakyat”
- Gladbach adalah simbol anti-komersial:
- Tiket termurah di Bundesliga (mulai dari €10)
- Tidak pernah pakai nama sponsor di depan nama klub
- 81% saham dimiliki fans — klub tidak bisa dijual
- Akademi muda “Nachwuchsleistungszentrum” melahirkan talenta seperti Marc-André ter Stegen, Tony Jantschke, dan Lars Stindl
💡 Fakta Unik
- Bökelbergstadion (stadion lama) adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dikelilingi perumahan penduduk — bola sering masuk ke halaman warga!
- Günter Netzer pernah menolak main di final Piala Jerman 1973, lalu masuk di menit ke-70 dan cetak gol kemenangan — legenda hidup.
- Klub ini menolak tawaran €200 juta dari investor AS untuk menjaga identitas.
- Hennes si kambing adalah maskot paling unik di Eropa — dan punya akun Instagram resmi!
🏁 Masa Depan: Kembali ke Peta Eropa
- 2024/25: Target — konsisten di papan tengah Bundesliga, bangun generasi muda baru
- Fokus pada:
- Pertahankan filosofi “sepak bola menyerang”
- Perkuat akademi
- Kembalikan kejayaan Eropa
“Kami mungkin tidak punya uang. Tapi kami punya jiwa — dan itu tak ternilai.”
💬 Kesimpulan
Borussia Mönchengladbach bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol keberanian generasi muda, warisan sepak bola ofensif Jerman, dan bukti bahwa “Anak Kuda” bisa mengguncang raksasa.
“In Mönchengladbach, we don’t fear giants. We run them over.”
