sepakbola
now browsing by tag
Sejarah Sepak Bola MALAYSIA !
⚽ Awal Mula: Era Kolonial Inggris (1890–1957)
Masuknya Sepak Bola oleh Kolonial Inggris
- Sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh tentara, pegawai pemerintah, dan pedagang Inggris pada akhir abad ke-19.
- 1905: Kuala Lumpur Football Association didirikan — asosiasi sepak bola pertama di Malaya.
- 1926: Malaya Cup (kini Piala Malaysia) diluncurkan — kompetisi tertua di Asia Tenggara, awalnya hanya untuk tim dari Semenanjung Malaya.
- 1933: Federasi Sepak Bola Malaya (FAM) didirikan — kini Football Association of Malaysia.
Tim Awal & Identitas Etnis
- Klub awal sering berbasis etnis:
- Selangor FA (1936) — didominasi Melayu & Cina
- Singapore FA — tim kuat dari koloni Singapura (masih bagian Malaya hingga 1965)
- Perak FA, Penang FA — muncul sebagai kekuatan regional
💡 Fakta: Singapore FA adalah tim paling dominan di Malaya Cup, juara 12 kali antara 1921–1941.
🦅 Era Pasca-Kemerdekaan & Federasi Malaysia (1957–1970)
- 1957: Malaya merdeka → tim nasional Malaya mulai tampil internasional.
- 1963: Federasi Malaysia terbentuk (Malaya + Sabah + Sarawak + Singapura).
- 1965: Singapura keluar dari Malaysia → tim nasional Malaysia lahir dalam bentuk modern.
- 1966: Malaysia resmi jadi anggota FIFA dan AFC.
Prestasi Awal Timnas
- 1961: Runner-up Pesta Sukan Asia (Asian Games) di Jakarta
- 1962: Juara Pesta Olahraga Semenanjung (kini SEA Games) di Jakarta
- 1970-an: Malaysia jadi kekuatan utama Asia Tenggara, sering final SEA Games
⚽ Legenda Era Ini:
- Mokhtar Dahari — “Supermokh”, penyerang legendaris (1972–1985)
- Santokh Singh — kapten dan gelandang ikonik
- Wong Choon Wah — bek handal keturunan Tionghoa
🏆 Era Keemasan: 1970–1990
Dominasi Regional
- SEA Games:
- Juara 1977, 1979, 1989
- Runner-up 1971, 1975, 1981, 1987
- Piala Asia:
- Lolos 4 kali (1976, 1980, 1984, 1996)
- Prestasi terbaik: Peringkat ke-4 (1976) di Iran — masih jadi pencapaian tertinggi hingga kini!
Liga Domestik: Liga Perdana Malaysia (1982–1993)
- Klub dominan:
- Selangor FA — juara 7 kali (1980–1997)
- Pahang FA, Kedah FA, Johor FA
- Stadion Shah Alam (1994) dan Stadium Merdeka jadi ikon sepak bola nasional.
🌟 Mokhtar Dahari mencetak 89 gol dalam 167 laga untuk timnas — rekor hingga kini.
📉 Masa Kelam: 1990–2010 — Stagnasi & Krisis Identitas
- 1990-an–2000-an: Malaysia kehilangan dominasi di ASEAN.
- Sering kalah dari Thailand, Vietnam, Singapura
- Tidak pernah lolos ke Piala Asia setelah 1996
- Masalah struktural:
- Dualisme liga (Liga Perdana vs Liga Nasional)
- Kurangnya pembinaan usia muda
- Ketergantungan pada pemain naturalisasi
- Manajemen klub tidak profesional
Satu-Satunya Sinar: Piala AFF
- 2010: Malaysia juara Piala AFF untuk pertama kalinya!
- Kalahkan Indonesia 4–2 (agg) di final
- Pelatih: K. Rajagopal
- Pemain: Safee Sali (top scorer), Norshahrul Idlan, Mohd Aidil Zafuan
✨ Ini adalah pencapaian terbesar Malaysia dalam 20 tahun terakhir.
🔴 Era Modern: Transformasi & Tantangan (2011–2025)
Revolusi Sepak Bola Malaysia (2015–Sekarang)
- 2015: Football Association of Malaysia (FAM) luncurkan “Strategi Transformasi Sepak Bola Malaysia”.
- Investasi besar:
- Akademi Mokhtar Dahari (pusat pelatihan nasional)
- Liga Super Malaysia diperkuat
- Naturalisasi selektif: Liridon Krasniqi (Kosovo), Dion Cools (Belgia)
Prestasi Terkini
- SEA Games:
- Perunggu 2017
- Perak 2023 (kalah dari Thailand di final)
- Piala AFF:
- Runner-up 2014, 2018
- Semifinalis 2022, 2024
- FIFA Ranking: Naik ke 130+ (dari 170+ pada 2018)
Klub Paling Sukses Era Modern: Johor Darul Ta’zim (JDT)
- Didirikan: 2013 (dari Johor FC)
- Pemilik: Tunku Mahkota Johor (TMJ) — putra Sultan Johor
- Prestasi:
- Juara Liga Super Malaysia 10 kali berturut-turut (2014–2023)
- Juara Piala AFC 2015 — klub Malaysia pertama yang juara kompetisi Asia!
- Lolos ke Liga Champions Asia 2022–2024
⚡ JDT jadi model klub profesional Asia Tenggara, dengan stadion sendiri (Sultan Ibrahim Stadium, kapasitas 40.000), akademi, dan manajemen Eropa.
🏟️ Klub-Klub Legendaris Malaysia
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Selangor FA | Shah Alam | Juara Liga 7x, Piala Malaysia 33x (rekor) |
| Kedah FA | Alor Setar | Juara “Triple Crown” 2007–08 |
| Pahang FA | Kuantan | Juara Liga 4x, Piala AFC 1995 (runner-up) |
| Johor Darul Ta’zim (JDT) | Johor Bahru | Dominasi 2014–2024, juara Piala AFC 2015 |
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun sistem akademi nasional yang berkelanjutan
- Kurangi ketergantungan pada naturalisasi
- Profesionalisasi manajemen klub di luar JDT
- Tingkatkan kualitas wasit dan infrastruktur stadion
- Kembalikan dominasi di ASEAN dan lolos ke Piala Asia 2027
💬 Kesimpulan
Sepak bola Malaysia adalah cermin identitas multikultural negara:
- Lahir dari kolonial Inggris,
- Dibentuk oleh semangat Melayu, Tionghoa, India, dan Bumiputera,
- Dibangkitkan kembali oleh visi modern seperti JDT.
Meski belum konsisten di level tertinggi, semangat “Harimau Malaya“ terus menyala — terutama setiap kali mereka bertemu Indonesia, Thailand, atau Singapura.
“Di Malaysia, sepak bola bukan hanya olahraga. Ia adalah persatuan dalam warna bendera: merah, putih, biru, dan bulan sabit.”
Sejara sepak bola INDONESIA !
⚽ Awal Mula: Era Kolonial Belanda (1910–1945)
1910–1930: Kelahiran Sepak Bola di Hindia Belanda
- Sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh tentara, pedagang, dan pegawai Belanda pada akhir abad ke-19.
- 1914: Berdiri Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) — organisasi sepak bola untuk warga Belanda.
- 1919: Berdiri Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) — federasi resmi sepak bola Hindia Belanda, anggota FIFA sejak 1924.
- 1930: Tim nasional Hindia Belanda ikut Piala Dunia 1938 di Prancis — satu-satunya keikutsertaan Indonesia dalam sejarah Piala Dunia.
- Kalah 0–6 dari Hongaria di babak pertama (tandingan tunggal).
- Pemain seperti Sucipto, Tan Mo Heng, Anwar Sutan jadi pahlawan nasional.
Klub-Klub Awal
- 1913: VIJ (Voetbal Indonesisch Jakarta) — klub pertama yang didirikan oleh pribumi.
- Klub lain: SIV (Surabaya Indonesische Voetbalbond), BIV (Bandung Indonesische Voetbalbond).
- Diskriminasi: Pemain pribumi dilarang bermain di klub Belanda, mendorong lahirnya klub nasionalis.
🦅 Era Kemerdekaan & Awal Republik (1945–1960)
1945–1950: Sepak Bola sebagai Alat Persatuan
- Setelah kemerdekaan, NIVU dibubarkan, digantikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
- 19 April 1930: PSSI didirikan di Yogyakarta oleh Soeratin Sosrosoegondo — kini diperingati sebagai Hari Sepak Bola Nasional.
- 1951: Indonesia bergabung kembali ke FIFA.
- 1956: Timnas Indonesia ikut Olimpiade Melbourne, menang 0–0 vs Uni Soviet, lalu kalah 0–4 di replay — tapi disegani dunia.
- 1958: Indonesia juara Pesta Sukan Asia (Asian Games) di Tokyo — medali emas pertama dan satu-satunya hingga kini!
✨ Legenda Era Ini:
- R. Maladi (penjaga gawang, kelak jadi Menteri Olahraga)
- Soetjipto Soentoro
- Djamiat Dalhar
🌏 Era Keemasan & Isolasi (1960–1970)
1960–1962: Puncak Prestasi
- 1962: Indonesia jadi tuan rumah Asian Games IV di Jakarta.
- Timnas menang emas setelah kalahkan India 2–1 di final.
- Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dibangun untuk acara ini.
- 1963: Indonesia menarik diri dari Piala Dunia 1966 karena menolak babak kualifikasi.
1965–1970: Isolasi Internasional
- Akibat konflik politik (G30S/PKI), Indonesia menarik diri dari FIFA dan IOC (1964–1966).
- 1966: Kembali ke FIFA, tapi kehilangan momentum internasional.
🏆 Era Perserikatan & Galatama (1970–1994)
Dualisme Kompetisi
- Perserikatan: Liga amatir, klub berbasis daerah (misal: PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta).
- Galatama (1979–1994): Liga semi-profesional, klub berbasis perusahaan (misal: Arseto Solo, Pelita Jaya, Niac Mitra).
- 1980-an: Muncul rivalitas besar:
- “Derbi Jawa”: Persija vs Persib
- “Derbi Sumatera”: PSMS vs PSPS
- “Super Derby”: Persebaya vs Arema
Prestasi Timnas
- 1987: Juara SEA Games di Jakarta
- 1991: Juara SEA Games di Manila
📉 Tapi: Tidak pernah lolos ke Piala Dunia atau Piala Asia sejak 1950-an.
🔴 Era Liga Indonesia (1994–2020)
1994: Kelahiran Liga Profesional
- Perserikatan dan Galatama digabung jadi Liga Indonesia.
- 1995: Pelita Jaya jadi juara perdana.
- Klub kuat era ini:
- Persipura Jayapura
- Arema Malang
- Sriwijaya FC
- Persib Bandung
Masalah Kronis
- Dualisme kepengurusan PSSI (misal: KLB PSSI 2011 vs PSSI resmi)
- Kekerasan suporter (tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022: 135 tewas)
- Korupsi, mafia bola, dan dualisme liga (ISL vs IPL, 2011–2014)
Prestasi Timnas (1991–2021)
- SEA Games:
- Perak (1997, 2011, 2013, 2017, 2019, 2021)
- Piala AFF:
- Runner-up 4 kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020)
→ “Juara Moral” ASEAN, tapi tidak pernah juara
- Runner-up 4 kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020)
🔄 Reformasi Pasca-Tragedi Kanjuruhan (2022–Sekarang)
Tragedi Kanjuruhan (1 Oktober 2022)
- Arema FC vs Persebaya di Malang — 135 tewas, terbanyak kedua di dunia setelah Heysel 1985.
- Dampak:
- FIFA turun tangan
- Reformasi total sistem keamanan stadion
- Liga dihentikan sementara
Era Baru (2023–2025)
- Liga 1 kini dikelola PT LIB di bawah pengawasan FIFA & PSSI.
- Investasi besar:
- Klub seperti Persib, Persija, Arema dapat sponsor internasional
- Akademi muda diperkuat
- Timnas U-23:
- Juara SEA Games 2023 di Kamboja — emas pertama setelah 32 tahun!
- Lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024
- Timnas Senior:
- Tampil di Piala Asia 2023 (pertama sejak 2007)
- Meski gagal lolos, kalah tipis dari Jepang (0–3) dan Irak (0–2)
🌟 Bintang Muda: Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Pratama Arhan
🏟️ Klub Paling Bersejarah di Indonesia
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Persija Jakarta | Jakarta | Juara Liga 2001, paling banyak fans |
| Persib Bandung | Bandung | Juara Liga 1995, 2014 |
| Persebaya Surabaya | Surabaya | Juara Perserikatan 10x, rival terpanas |
| PSM Makassar | Makassar | Juara Liga 2000, klub tertua (1915) |
| Arema FC | Malang | Juara Liga 2009, 2017–18 (Piala Presiden) |
🧭 Tantangan Masa Depan
- Infrastruktur stadion (harus sesuai standar FIFA)
- Akademi muda & pembinaan usia dini
- Profesionalisme manajemen klub
- Pemberantasan mafia bola & suap wasit
- Membangun budaya suporter yang sehat
💬 Kesimpulan
Sepak bola Indonesia adalah cermin perjalanan bangsa:
- Dari perlawanan kolonial → alat persatuan nasional → era keemasan → kekacauan → kebangkitan baru.
Meski belum pernah juara Piala Dunia atau Piala Asia, semangat “Garuda” tetap menyala di dada 270 juta rakyat.
“Sepak bola bukan sekadar olahraga di Indonesia. Ia adalah napas, darah, dan jiwa bangsa.”
Bea Cukai Malang Sita 94 Ribu Batang Rokok Ilegal
BEA Cukai Malang bersama Pemerintah Daerah Kota Batu menindak peredaran barang kena cukai ilegal berupa rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sepanjang Juli hingga Desember 2025.
Dalam periode tersebut, petugas menyita 94.284 batang rokok ilegal dan 30 botol MMEA ilegal dengan total volume 18 liter. “Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bea Cukai Malang dengan Pemerintah Daerah Kota Batu,” kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, yang dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kamis, 25 Desember 2025.
Kolaborasi tersebut sebagai bentuk manifestasi upaya pemberantasan rokok ilegal dengan melaksanakan penganggaran yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.
Pitoyo menjelaskan, total nilai barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp 143,4 juta dengan estimasi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp 73,49 juta. Seluruh barang bukti yang disita kini telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara.
Menurut Pitoyo, penindakan tersebut merupakan hasil sinergi Bea Cukai Malang dengan Satpol PP Kota Batu serta aparat penegak hukum lainnya.
Ia juga menyebutkan, keberhasilan penindakan tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan peran media dalam mendorong penegakan hukum sekaligus edukasi di bidang cukai. Kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi kunci dalam menekan peredaran rokok dan MMEA ilegal di wilayah Kota Batu.
Bea Cukai Malang bersama Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap barang kena cukai ilegal. Upaya tersebut diharapkan dapat melindungi penerimaan negara, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dari peredaran barang ilegal.
Polisi Tangkap Sopir Mobil MBG Penabrak Siswa SD Kalibaru
Polres Jakarta Utara telah menangkap sopir mobil pembawa makan bergizi gratis (MBG) yang menabrak siswa SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi. Peristiwa mobil Gran Max putih MBG menabrak sejumlah siswa itu viral di media sosial.
Kepala Polres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz telah mengkonfirmasi kecelakaan mobil MBG menabrak siswa di halaman SDN 01 Kalibaru pada Kamis pagi, 11 Desember 2025. “Benar saya masih perjalanan ke tempat kejadian perkara,” ujar dia, Kamis.
Dalam video yang tersebar di sosial media terlihat mobil putih Gran Max menabrak sejumlah siswa SDN 01 Kalibaru. Belum diketahui jumlah siswa yang terluka akibat kejadian itu. Namun terlihat beberapa anak jatuh dan ada yang berada di kolong mobil. Serta beberapa buku tampak berserakan di lapangan. Siswa lain dan guru yang menyaksikan terdengar saling berteriak. Beberapa guru tampak mencoba mengeluarkan siswa yang berada di kolong mobil.
Juru Bicara Gubernur Jakarta Pramono Anung, Chiko Hakim mengatakan Pramono telah memerintahkan jajaran, khususnya Walikota Jakarta Utara untuk menangani peristiwa itu. “Bapak Gubernur telah memerintahkan jajaran, khususnya Wali Kota Jakarta Utara untuk menangani yang perlu dilakukan untuk korban bersama dinas terkait utamanya Dinkes. Seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta,”
Geger pegawai Dukcapil diduga terlibat sindikat penjualan bayi ke Singapura
JAKARTA: Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diduga terlibat dalam sindikat perdagangan bayi ke Singapura.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pihaknya akan menelusuri informasi ini lebih lanjut dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung.
Kasus ini kini tengah diusut Kepolisian Daerah Jawa Barat, yang sejauh ini telah menetapkan 13 tersangka. Di antara mereka terdapat oknum pegawai Dukcapil yang diduga memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan secara ilegal.
“Saya jujur belum tahu, ini baru informasi. Saya akan cek nanti kasusnya seperti apa. Ini ada Inspektorat Jenderal juga di sini, cek seperti apa case-nya,” ucap Tito dikutip Kompas.com, Rabu (16/7).
Tito menjelaskan struktur Dukcapil di daerah tidak berada langsung di bawah komando Kementerian Dalam Negeri, melainkan bertanggung jawab kepada pemerintah daerah masing-masing. Meski demikian, data kependudukan tetap disentralisasi ke pusat.
“Kalau Dukcapil itu, Dukcapil mana? Karena Dukcapil itu kan di pusat ini ada Dirjen Dukcapil, tapi di daerah-daerah itu ada Dinas Dukcapil. Kepala Dinas Dukcapil itu bukan di bawah Kemendagri,” jelas Tito.
Mantan Kapolri tersebut tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang oleh oknum di daerah. Ia meminta aparat hukum menindak tegas jika terbukti bersalah.
ito menuturkan kementerian siap membantu proses hukum, termasuk dalam hal memberikan keterangan ahli dari Ditjen Dukcapil terkait prosedur penerbitan dokumen kependudukan.
“Kami dari Dukcapil, Kemendagri, kalau diminta sebagai saksi ahli tentang proses penerbitan akta kelahiran, misalnya. Saya akan izinkan dari Dukcapil memberikan keterangan ahli harusnya prosesnya seperti apa,” tegas Tito.
Sebelumnya, Polda Jabar mengungkap jaringan perdagangan bayi lintas negara yang bermula dari laporan penculikan anak oleh orangtua korban. Total ada 24 bayi yang diperdagangkan, dan 15 di antaranya telah dikirim ke Singapura.
Sidang cerai dimulai, Ridwan Kamil gandeng 8 pengacara sementara Atalia belum pikirkan harta
JAKARTA: Proses gugatan cerai yang dilayangkan anggota DPR RI Atalia Praratya terhadap suaminya, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK), mulai bergulir di Pengadilan Agama Bandung dengan berbagai dinamika dari masing-masing pihak. Pihak RK menggandeng delapan pengacara untuk perceraian ini, sementara pihak Atalia fokus pada perpisahan dan belum memikirkan pembagian harta.
Kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, mengungkapkan bahwa prioritas Atalia adalah menyelesaikan proses perceraian terlebih dahulu sebelum masuk ke pembahasan soal harta gana-gini.
“Untuk soal tuntutan harta gana-gini itu sepertinya masih lebih jauh lagi. Kita lagi fokus ke gugatan cerainya dahulu,” kata Debi kepada wartawan melalui kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (17/12).
Debi menambahkan bahwa pembahasan detail mengenai harta bersama baru akan dilakukan setelah putusan perceraian keluar. “Kalau gugatan cerainya itu sudah selesai, nanti kita pikirkan lebih dalam (soal harta gana-gini),” ujarnya.
Ia sebelumnya juga menyinggung keberadaan nama selebgram Lisa Mariana (LM) yang disebut tercantum dalam berkas gugatan cerai Atalia terhadap Ridwan Kamil.
“Kalau terkait LM itu sudah masuk materi gugatan tentunya,” ujar Debi. LM selama ini diketahui berseteru dengan Ridwan Kamil terkait klaim mengenai ayah biologis anak berinisial CA serta persoalan dugaan korupsi Bank Jawa Barat (BJB).
DELAPAN PENGACARA
Sementara itu, menghadapi gugatan cerai ini, Ridwan Kamil menunjuk delapan orang pengacara untuk mendampinginya.
Salah satu kuasa hukumnya, Wenda Aluwi, menyatakan bahwa mereka telah hadir di Pengadilan Agama Bandung untuk mengawal jalannya persidangan.
“Kami bersama delapan orang kuasa hukum, mengawal gugatan ini,” kata Wenda, dikutip dari Merdeka.
Pada sidang awal, baik Ridwan Kamil maupun Atalia sama-sama tidak hadir karena urusan pekerjaan. Wenda menjelaskan ketidakhadiran kliennya: “Hari ini kita cuman lapor kita hadir sebagai kuasa nanti kita lihat apa yang akan terjadi, mediasi tentunya. Bapak belum bisa hadir, masih ada di luar kota.”
Ia menambahkan bahwa pesan dari Ridwan Kamil hanyalah satu: menjalani proses hukum dengan saling menghormati.
“Pesan dari pak RK saling menghormati proses. Yang akan berjalan kan ada gugatan, sudah kita hadir,” kata dia.
Perwakilan kuasa hukum Atalia, Debi, juga menyampaikan alasan serupa terkait ketidakhadiran kliennya.
“Ibu Atalia menyampaikan kepada kami pada dasarnya beliau sangat menghormati proses persidangan ini dan akan tetapi karena acara kedinasan beliau berhalangan hadir, sehingga mewakili kepada kami selaku kuasa hukum,” jelasnya
Dua kecelakaan kapal di Portugal, dua jenazah nelayan WNI ditemukan
LISBON: Dua kecelakaan kapal di Portugal merenggut nyawa diaspora Indonesia.
Pihak berwenang Portugal menemukan jenazah dua nelayan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam pekan lalu.
Keduanya diduga termasuk dalam tiga awak kapal yang dinyatakan hilang dalam salah satu insiden tersebut.
Dilansir AFP, Senin (22/12), kedua jenazah ditemukan pada Minggu waktu setempat di wilayah pantai distrik Viana do Castelo.
Jenazah pertama ditemukan di Pantai Moledo sekitar pukul 08.56 waktu setempat melalui Garda Republik Nasional. Penemuan jenazah WNI kedua dilaporkan pada pukul 11.30 waktu setempat di Pantai Insua melalui Pusat Koordinasi Pencarian dan Penyelamatan Lisbon. Kedua jenazah kemudian dibawa ke kantor forensik terdekat untuk proses identifikasi lanjutan.
Kapal Villa de Caminha yang membawa lima orang tenggelam pada 14 Desember siang waktu setempat di perairan utara Kota Porto. Dua nelayan lainnya, termasuk kapten kapal, dilaporkan selamat dan sempat dibawa ke rumah sakit. Satu orang WNI lain dari kapal tersebut hingga kini masih dilaporkan hilang.
INSIDEN TERPISAH, EMPAT NELAYAN WNI MASIH HILANG
Pada hari yang sama, 14 Desember, insiden terpisah terjadi di lepas pantai Aveiro setelah kapal Carlos Cunha tenggelam. Dalam peristiwa ini, empat nelayan WNI diduga tewas dan hilang. Hingga kini, keempat nelayan WNI dari kapal tersebut belum ditemukan.
Laporan AFP menyebut tiga awak kapal Carlos Cunha berhasil diselamatkan. Dari tiga orang tersebut, satu merupakan nelayan Indonesia, namun WNI itu kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Banyak warga Indonesia diketahui bekerja di sektor perikanan Portugal. Industri ini memiliki permintaan tenaga kerja yang tinggi dengan penghasilan yang dinilai lebih besar dibandingkan di negara asal, seiring kebijakan pemerintah Portugal yang melonggarkan pembatasan jumlah pekerja asing di sektor tersebut.
Diduga rem blong, 12 tewas dalam kecelakaan maut bus ALS di Padang Panjang
PADANG: Sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan tragis di kawasan Bukit Surungan, tepat di depan Terminal Padang Panjang, pada Selasa pagi (6/5)
Peristiwa nahas ini menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 23 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
KRONOLOGI KECELAKAAN
Berdasarkan informasi sementara dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi saat bus dengan nomor polisi B 7512 FGA melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang.
Ketika menuruni jalur curam di Bukit Surungan, bus diduga mengalami rem blong hingga kehilangan kendali, menabrak pagar bangunan, dan akhirnya terguling setelah menghantam beberapa kendaraan di sekitarnya.
“Bus melaju di turunan yang panjang dan tajam. Diduga kuat sistem pengereman bermasalah sehingga kendaraan kehilangan kendali,” ujar Komandan Regu Basarnas Padang Panjang, Tri, saat ditemui di lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan ini, sejumlah penumpang terjepit di antara badan bus dan pagar bangunan yang ditabrak.
Proses evakuasi melibatkan petugas gabungan dari Basarnas, kepolisian, dan relawan.
Kapolda Sumbar, Irjen Gatot Tri Suryanta, menyampaikan bahwa dari 12 korban jiwa, terdiri atas tujuh laki-laki dan lima perempuan. Dua di antaranya adalah anak-anak—masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.
Sementara itu, 23 korban luka-luka terdiri dari 17 pria dan enam wanita.
Para korban luka telah dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat mulai dari RSUD Padang Panjang, Rumah Sakit Yarsi, hingga puskesmas setempat.
Menurut Brigadir Rizky Yudha dari Unit Gakkum Satlantas Polres Padang Panjang, bus ALS tersebut diketahui berangkat dari Medan menuju Bekasi, Jawa Barat.
“Setibanya di simpang Terminal Busur, diduga kuat rem bus tidak berfungsi sehingga kendaraan terbalik,” jelasnya.
Saat ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian ditutup sementara untuk keperluan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sopir dan kernet bus telah diamankan oleh pihak berwenang dan keduanya dilaporkan selamat.
Mudik Nataru berduka: Daftar korban kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Semarang, 16 Tewas
Bus tersebut mengangkut 33 penumpang yang berangkat dari Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dengan tujuan Yogyakarta.
SEMARANG: Bus Cahaya Trans mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di ruas simpang susun exit tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Bus Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali. Saat memasuki simpang susun exit tol Krapyak, bus menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling ke sisi kiri.
Bus tersebut mengangkut 33 penumpang yang berangkat dari Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dengan tujuan Yogyakarta. Mayoritas penumpang berasal dari wilayah Boyolali, Klaten, Yogyakarta, Bogor, dan Jakarta.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan dugaan awal penyebab kecelakaan berkaitan dengan kondisi pengemudi dan medan jalan.
“Hal ini juga diduga karena kurangnya konsentrasi pengemudi dan tidak paham medan jalan saat menuruni simpang susun Krapyak,” tulis Aan Suhanan dalam keterangan resmi dilansir Bisnis
PROSES EVAKUASI SULIT
Proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena kondisi bus yang terguling serta banyaknya korban yang terjepit di dalam badan kendaraan. Akses menuju korban juga dipenuhi pecahan kaca.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan bahwa tim penyelamat harus bekerja dengan ekstra hati-hati saat proses evakuasi.
“Proses evakuasi berjalan cukup sulit karena ada sebagian korban yang masih dalam posisi terjepit dan juga akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca. Tim harus masuk ke dalam bus yang terguling, menggapai dan membuka akses menuju korban dan mengevakuasinya keluar dari dalam bus dengan ekstra hati-hati,” kata Budiono.
Dari total 17 penumpang yang selamat, delapan orang dirawat di RSUD Tugurejo, enam orang dirawat di RS Columbia Asia, dan tiga orang lainnya dirawat di RS Elisabeth.
Sebagian besar korban meninggal dan luka-luka diketahui duduk di barisan kursi sebelah kiri, searah dengan posisi bus yang terguling ke kiri.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ribut Hari Wibowo menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Polisi juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi bus.
“Setelah kami cek, ternyata driver bus tersebut adalah driver cadangan. Terhadap driver, kami sedang tes urine. Kami tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau zat yang dilarang lainnya,” kata Ribut.
