sepakbola
now browsing by tag
Sejarah Liverpool Football Club (The Reds)
Liverpool FC adalah salah satu klub sepak bola tersukses dan paling populer di dunia. Berbasis di kota Liverpool, Merseyside, Inggris, klub ini bermain di stadion legendaris Anfield dan memiliki motto “You’ll Never Walk Alone” (YNWA).
Pendirian (1892)
Liverpool FC lahir karena konflik sewa tanah. Pada tahun 1892, pemilik Anfield saat itu, John Houlding, berselisih dengan klub penyewa tanahnya, Everton FC. Everton memutuskan pindah ke Goodison Park. Houlding yang masih memiliki tanah Anfield lalu mendirikan klub baru bernama Liverpool Football Club and Athletic Grounds Company pada 15 Maret 1892. Nama “Liverpool” dipilih karena lebih mencerminkan kota dibanding “Everton”.
Pertandingan pertama Liverpool dimainkan pada 1 September 1892 (menang 7-1 atas Rotherham Town sebagai pertandingan persahabatan).
Era Awal dan Dominasi Pertama (1900–1930-an)
- 1901: Juara Liga Inggris pertama kali
- 1906: Gelar liga kedua Liverpool menjadi klub besar di Inggris, tapi setelah itu sempat naik-turun.
Era Bill Shankly – Revolusi Modern (1959–1974)
Manajer Skotlandia Bill Shankly (ditunjuk Desember 1959) mengubah segalanya:
- Promosi dari Divisi Kedua (1962)
- Juara liga: 1964, 1966, 1973
- Juara FA Cup pertama dalam sejarah klub (1965)
- Juara UEFA Cup pertama (1973)
- Menciptakan The Kop yang legendaris dan lagu “You’ll Never Walk Alone” menjadi anthem resmi
- Membangun Boot Room – filosofi pelatihan dan suksesi manajer dari dalam klub
Era Bob Paisley – Klub Tersukses di Eropa (1974–1983)
Setelah Shankly pensiun, asistennya Bob Paisley melanjutkan:
- 6 gelar Liga Inggris
- 3 Piala Eropa berturut-turut (1977, 1978, 1981) – rekor yang belum terpecahkan hingga kini oleh klub Inggris lain
- 1 UEFA Cup, 3 League Cup Paisley adalah manajer tersukses dalam sejarah Liverpool (20 trofi besar dalam 9 tahun).
Tragedi Heysel (1985) dan Hillsborough (1989)
- Heysel Stadium Disaster (1985): 39 suporter (kebanyakan Juventus) tewas di final Piala Eropa karena kerusuhan suporter Liverpool → Klub-klub Inggris dilarang dari Eropa selama 5 tahun (Liverpool 6 tahun).
- Hillsborough Disaster (1989): 97 suporter Liverpool tewas karena kepadatan di tribun Leppings Lane saat semifinal FA Cup vs Nottingham Forest. Tragedi ini mengubah sepak bola Inggris selamanya (stadion all-seater, Taylor Report).
Era 1990-an – 2010-an: 30 Tahun Tanpa Liga
Meski memenangkan banyak trofi (FA Cup 1992, 2001, 2006; League Cup berkali-kali; Liga Champions 2005), Liverpool tidak pernah juara liga sejak 1990 hingga 2020 (periode terpanjang tanpa gelar liga dalam sejarah mereka).
Puncak Istanbul 2005 – “The Miracle of Istanbul”
Final Liga Champions 2005 vs AC Milan:
- Tertinggal 0-3 di babak pertama
- Bangkit menjadi 3-3 (gol Gerrard, Šmicer, Alonso)
- Menang adu penalti 3-2 Dianggap sebagai salah satu comeback terbesar dalam sejarah sepak bola.
Era Jürgen Klopp – Kebangkitan Total (2015–2024)
Klopp datang Oktober 2015 dan membawa revolusi “Gegenpressing”:
- Liga Champions 2019 (menang 2-0 vs Tottenham)
- Juara Premier League 2019–2020 – mengakhiri penantian 30 tahun!
- Juara Piala FA & League Cup 2022 (menyapu semua piala domestik)
- Total 8 trofi besar dalam 9 tahun
Rekor dan Prestasi Utama (hingga Desember 2025)
- 19 Gelar Liga Inggris (terbanyak kedua setelah Man United 20)
- 6 Liga Champions (terbanyak klub Inggris)
- 8 FA Cup, 10 League Cup (rekor), 16 Community Shield
- 3 UEFA Cup / Europa League
Rivalitas Besar
- Merseyside Derby vs Everton (derby paling banyak dimainkan di Inggris)
- Rivalitas dengan Manchester United (North West Derby) – rivalitas terbesar di sepak bola Inggris
Liverpool bukan sekadar klub, tapi identitas kota, budaya, dan semangat “You’ll Never Walk Alone” yang menggema di Anfield hingga kini. Sampai hari ini, Liverpool tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. ❤️
SEJARAH TERBENTUKNYA PERSIB BANDUNG
Persib Bandung, atau secara lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib), merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan paling populer di Indonesia, berbasis di Kota Bandung, Jawa Barat.
Akar Sejarah Awal
Cikal bakal Persib dapat ditelusuri hingga Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), yang merupakan perserikatan sepak bola pribumi pertama di Bandung. BIVB terbentuk dari penggabungan beberapa klub lokal pada masa kolonial Belanda. Berdasarkan penelitian sejarah terbaru yang diumumkan pada 2023 oleh tim peneliti (termasuk dari Universitas Padjadjaran) dan diakui secara resmi oleh manajemen Persib, tanggal pendirian BIVB adalah 5 Januari 1919. Tanggal ini kini dijadikan sebagai hari jadi resmi Persib oleh klub melalui PT Persib Bandung Bermartabat.
Sebelumnya, banyak sumber menyebut BIVB didirikan sekitar tahun 1923, tetapi riset terkini mengoreksinya ke 1919, dengan dukungan bukti primer seperti berita surat kabar lama.
Pembentukan Nama Persib
BIVB kemudian berkembang dan digantikan oleh organisasi lain yang bernuansa nasionalis, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933, kedua organisasi ini beserta beberapa klub lain (seperti SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi) sepakat melebur menjadi satu perkumpulan baru bernama Persib. Tanggal ini lama menjadi hari jadi yang diperingati, tetapi kini diganti dengan 5 Januari 1919 untuk mencerminkan akar yang lebih awal.
Persib lahir di era perjuangan nasionalisme, di mana sepak bola menjadi sarana perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Klub-klub pribumi seperti BIVB dan Persib sering dipandang rendah oleh perkumpulan Belanda seperti Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO).
Perkembangan Selanjutnya
Persib menjadi salah satu pendiri PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) pada 19 April 1930 (melalui perwakilan BIVB/PSIB), dan sejak itu konsisten berprestasi di kompetisi nasional, seperti era Perserikatan, Liga Indonesia, hingga Liga 1 saat ini. Klub ini dikenal dengan julukan Maung Bandung atau Pangeran Biru, serta suporter fanatiknya yang disebut Bobotoh.
Persib telah meraih berbagai gelar juara, termasuk back-to-back Liga 1 pada musim 2023–24 dan 2024–25. Saat ini, Persib dikelola secara profesional oleh PT Persib Bandung Bermartabat sejak 2009.
Sejarah Persib mencerminkan semangat kebanggaan masyarakat Sunda dan Bandung, di mana klub ini bukan hanya tim sepak bola, tapi juga simbol identitas budaya.
Sejarah Terbentuknya Persija Jakarta
Persija Jakarta, atau secara lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta, merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan tersukses di Indonesia. Klub ini berjulukan Macan Kemayoran dan menjadi kebanggaan ibu kota.
Awal Mula Pendirian
Persija didirikan pada 28 November 1928 di era kolonial Belanda (saat Jakarta masih bernama Batavia). Pendiri utamanya adalah Soeri dan Alie (atau A. Alie Subrata), dua tokoh olahraga yang ingin membentuk klub sepak bola untuk pribumi Indonesia sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi kolonial dalam olahraga.
Nama awal klub adalah Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ), di mana “Jacatra” merujuk pada nama lama Jakarta sebelum dijajah Belanda. VIJ dibentuk sebagai wadah bagi klub-klub lokal nasionalis, dan sepak bola saat itu tidak hanya olahraga, tapi juga simbol perjuangan bangsa.
Peran dalam Pembentukan PSSI
Pada 19 April 1930, VIJ menjadi salah satu dari tujuh klub pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), induk organisasi sepak bola nasional. VIJ langsung berprestasi dengan memenangkan kompetisi resmi PSSI pertama pada 1931.
Selama era Perserikatan (kompetisi nasional sebelum liga profesional), VIJ/Persija konsisten berada di divisi teratas dan meraih beberapa gelar juara.
Perubahan Nama menjadi Persija
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama klub diubah menjadi Persija sekitar tahun 1950. Perubahan ini mencerminkan identitas nasional baru, dan klub mulai berbasis di Jakarta Pusat dengan Jusuf Jahja sebagai ketua.
Pada era 1950-an, Persija banyak diisi pemain keturunan Tionghoa, Belanda, dan Eurasia, yang juga memperkuat tim nasional Indonesia.
Perkembangan Selanjutnya
Persija menjadi klub dengan koleksi gelar terbanyak di Indonesia (11 gelar liga nasional: 9 dari era Perserikatan dan 2 dari era Liga Indonesia modern pada 2001 dan 2018). Klub ini tidak pernah terdegradasi sejak kompetisi nasional dimulai pada 1930.
Persija juga memiliki basis suporter fanatik bernama The Jakmania (didirikan 1997), yang membuatnya salah satu klub terpopuler di tanah air.
Saat ini, Persija bermarkas di Jakarta International Stadium (JIS) dan terus menjadi simbol kebanggaan Jakarta dengan rivalitas sengit seperti terhadap Persib Bandung (Derby Indonesia).
Sejarah Persija mencerminkan perjuangan bangsa Indonesia, dari era kolonial hingga modern, menjadikannya lebih dari sekadar klub sepak bola.
Sejarah Tottenham Hotspur Football Club
Tottenham Hotspur FC, dijuluki Spurs atau The Lilywhites, adalah salah satu klub sepak bola paling ikonik di Inggris, berbasis di Tottenham, London Utara. Klub ini memiliki rivalitas sengit dengan Arsenal (North London Derby) yang menjadi salah satu derby paling panas di dunia sepak bola.


Pendirian dan Awal Sejarah
Klub ini didirikan pada 1882 sebagai Hotspur Football Club oleh sekelompok pemuda dari klub kriket Hotspur, untuk tetap aktif di musim dingin. Nama diubah menjadi Tottenham Hotspur pada 1884 untuk menghindari kebingungan dengan klub lain.
Spurs menjadi profesional pada 1895 dan bergabung dengan Southern League. Trofi mayor pertama adalah FA Cup 1901 sebagai klub non-liga pertama yang memenangkannya sejak pembentukan liga (mengalahkan Sheffield United 3-1 di replay). Pada 1908, bergabung dengan Football League.

Era Keemasan Bill Nicholson (1950-an hingga 1960-an)
Di bawah manajer legendaris Bill Nicholson (1958-1974), Spurs mencapai puncak.

Bill Nicholson | Player, manager, legend, ‘Mr Tottenham’
- 1960-61: Juara liga dan FA Cup – Double pertama di abad ke-20.
- 1962: Pertahankan FA Cup.
- 1963: Juara European Cup Winners’ Cup – klub Inggris pertama yang memenangkan trofi Eropa (mengalahkan Atlético Madrid 5-1).


Era 1970-an hingga 1990-an
- 1972: Juara UEFA Cup perdana (mengalahkan Wolverhampton).
- 1984: Juara UEFA Cup lagi.
- FA Cup 1981, 1982, 1991; League Cup beberapa kali.
Era Modern (2000-an hingga 2010-an)
Pindah ke Tottenham Hotspur Stadium pada 2019 (kapasitas ~62.000, stadion termodern di Inggris).


Di bawah manajer seperti Mauricio Pochettino (2014-2019), Spurs konsisten di top 4, runner-up Champions League 2019. Bintang seperti Harry Kane (top scorer sepanjang masa hingga 2023) dan Son Heung-min menjadi ikon.


Era Ange Postecoglou dan Trofi Terbaru (2020-an hingga 2025)
Ange Postecoglou ditunjuk 2023, membawa gaya menyerang. Setelah 17 tahun tanpa trofi mayor, Spurs memenangkan UEFA Europa League 2024-25 (mengalahkan Manchester United 1-0 di final).


Hingga Desember 2025, Spurs sedang berkompetisi di Premier League dan Champions League musim 2025-26.
Trofi Mayor (hingga Desember 2025)
Tottenham memiliki sekitar 27 trofi mayor:
- Premier League/First Division: 2 kali (1951, 1961).
- FA Cup: 8 kali (terakhir 1991).
- League Cup/EFL Cup: 4 kali (terakhir 2008).
- Community Shield: Beberapa kali.
- UEFA Europa League/UEFA Cup: 3 kali (1972, 1984, 2025).
- UEFA Cup Winners’ Cup: 1 kali (1963).
Dari klub kriket pemuda hingga raksasa modern dengan stadion terbaik, Tottenham dikenal dengan motto “To Dare Is To Do” (Audere est Facere) dan basis penggemar fanatik. “Come On You Spurs!”









