Setan Merah
now browsing by tag
ASTON VILLA
🟢🤍 Profil Singkat Aston Villa
- Nama lengkap: Aston Villa Football Club
- Didirikan: 21 November 1874
- Kota: Birmingham, West Midlands, Inggris
- Stadion: Villa Park (kapasitas: 42.788)
- Warna seragam: Claret (merah anggur) dan Biru
- Julukan:
- The Villans
- The Lions
- Pemilik: NSWE (Wes Edens & Nassef Sawiris) sejak 2018
🏆 Prestasi: Raja Inggris & Eropa dari Birmingham
Aston Villa adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Inggris, dengan warisan yang membentang lebih dari 150 tahun.
Domestik (Inggris)
- Juara Liga Inggris (First Division / Premier League): 7 kali
- Terakhir: 1980–81
- Juara Piala FA: 7 kali
- Terakhir: 1957
- Juara Piala Liga Inggris (Carabao Cup): 5 kali
- Terakhir: 1996
💡 Aston Villa adalah klub ke-4 tersukses sepanjang sejarah liga Inggris (setelah Liverpool, Manchester United, dan Arsenal).
Eropa & Dunia
- Piala Champions UEFA: Juara 1982 — satu-satunya gelar Eropa terbesar dalam sejarah klub!
→ Mengalahkan FC Bayern Munich 1–0 di final, Rotterdam - Piala Super UEFA: Juara 1982
- Piala Interkontinental: Runner-up 1982 (kalah dari Peñarol)
🌍 Villa adalah salah satu dari hanya 6 klub Inggris yang pernah menjuarai Piala Champions.
⛪ Asal Usul: Lahir dari Gereja
- Didirikan oleh anggota gereja Villa Cross Wesleyan Chapel di kawasan Aston, Birmingham.
- Awalnya sebagai kegiatan rekreasi untuk mencegah anggota muda minum alkohol!
- Warna claret dan biru diadopsi pada 1888, terinspirasi dari klub Preston North End yang sedang jaya.
🦁 Era Keemasan: 1970–1990
Di bawah manajer legendaris seperti Ron Saunders dan Tony Barton, Villa mencapai puncaknya:
- 1981: Juara Liga Inggris setelah 71 tahun menunggu
- 1982: Juara Piala Champions — kemenangan paling bersejarah!
→ Pelatih Tony Barton (baru menangani 4 bulan!) membawa tim tanpa bintang mengalahkan raksasa Eropa
→ Peter Withe cetak gol kemenangan dengan voli spektakuler
💬 “Kami bukan tim bintang. Tapi kami punya hati singa.”
— Tony Barton
📉 Masa Kelam: Degradasi & Keterpurukan (2016–2018)
- 2016: Terdegradasi ke Championship setelah 28 tahun di kasta tertinggi
- 2016–2018: Gagal promosi, nyaris bangkrut, dan terjerumus ke League One (kasta ketiga)
- Fans protes besar-besaran terhadap pemilik lama
Kebangkitan Dimulai (2018–Sekarang)
- 2018: Dibeli oleh konsorsium AS-Mesir (NSWE)
- 2019: Promosi ke Premier League lewat playoff dramatis
- 2022–2024: Di bawah pelatih Unai Emery, Villa kembali jadi kekuatan Eropa:
- 2023: Lolos ke Liga Konferensi Eropa
- 2024: Finis ke-4 di Premier League → lolos ke Liga Champions 2024/25 — pertama kalinya dalam 42 tahun!
🏟️ Villa Park: Istana di Birmingham
- Dibuka: 1897
- Kapasitas: 42.788
- Fakta:
- Salah satu stadion paling ikonik di Inggris
- Pernah jadi tuan rumah Piala Dunia 1966 dan Euro 1996
- Tribun “Holte End” diisi oleh “Villa Villains” — fans paling fanatik
- Rencana: Renovasi besar-besaran (kapasitas akan naik ke 50.000+)
⚽ Era Unai Emery: Transformasi Total
Sejak November 2022, pelatih Spanyol Unai Emery mengubah Villa:
- Gaya bermain: Pressing tinggi, transisi cepat, taktik fleksibel
- Pemain kunci:
- Ollie Watkins (striker Inggris, top scorer 2023/24)
- Emiliano Martínez (kiper Argentina, juara Piala Dunia 2022)
- Douglas Luiz, John McGinn, Youri Tielemans
- Rekor:
- 10+ kemenangan tandang di Premier League 2023/24
- Kalahkan Manchester United, Liverpool, Tottenham, Newcastle
💬 “Villa bukan klub biasa. Ini adalah raksasa yang sedang bangun.”
— Unai Emery
💚 Budaya & Identitas
- Villa dikenal sebagai “klub keluarga” — dekat dengan komunitas Birmingham.
- Fans disebut “Villans” — terkenal setia, vokal, dan penuh gairah.
- Lagu kebanggaan:“We are Villa, we are strong…
We’ve been here all along!” - Klub ini tidak pernah kehilangan identitas, meski dimiliki investor asing.
💡 Fakta Unik
- Aston Villa adalah satu-satunya klub di dunia yang pernah menjuarai Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga, Piala Champions, dan Piala Super UEFA.
- 13 pemain Villa pernah jadi bagian dari timnas Inggris juara Piala Dunia 1966.
- Villa Park adalah satu-satunya stadion klub yang pernah jadi tuan rumah final Piala FA (1901–1914).
- Klub ini menolak merger dengan Birmingham City pada 1900-an — mempertahankan identitas sendiri.
🏁 Masa Depan: Kembali ke Peta Eropa
- 2024/25: Debut di Liga Champions — akan bertemu Bayern, Real Madrid, Man City, dll.
- Target:
- Konsolidasi di 5 besar Premier League
- Bangun akademi muda kelas dunia
- Jadikan Villa Park sebagai stadion elite Eropa
“Dari gereja ke Eropa. Dari keterpurukan ke kejayaan. Ini adalah Villa.”
💬 Kesimpulan
Aston Villa bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan, kebanggaan kelas pekerja Birmingham, dan bukti bahwa raksasa tak pernah mati — hanya tertidur.
“Kami bukan sekadar sejarah. Kami adalah masa depan yang sedang ditulis ulang.”
LEVANTE U.D.
🐸 Profil Singkat Levante U.D.
- Nama resmi: Levante Unión Deportiva
- Didirikan: 1909 (sebagai Levante Foot-Ball Club), lalu bergabung dengan Gimnástico FC pada 1939 → resmi jadi Levante Unión Deportiva
- Kota: Valencia, Comunidad Valenciana, Spanyol
- Stadion: Estadi Ciutat de València (Kota Valencia Stadium)
- Kapasitas: 26.354 penonton
- Lokasi: Distrik Campanar, Valencia
- Warna seragam: Merah dan Biru
- Julukan:
- Los Granotas (Katak)
- El Levante
- Kepemilikan: Klub milik anggota (socios) — tidak dimiliki investor asing
- Presiden saat ini: Paco Racionero (sejak 2023)
🏆 Prestasi: Klub Kecil dengan Hati Raksasa
Levante U.D. bukan klub kaya atau bergelimang trofi, tapi punya sejarah kejutan dan konsistensi luar biasa di La Liga Spanyol.
Prestasi Domestik
- Belum pernah juara La Liga atau Copa del Rey
- Pencapaian terbaik di La Liga:
- Peringkat ke-5 (2011–12) → lolos ke Liga Europa
- Peringkat ke-6 (2017–18) → lolos ke Liga Europa lagi
- Copa del Rey:
- Sering tampil sebagai “pembunuh raksasa”
- Capaian terbaik: Perempat final (2019, 2021)
Prestasi Eropa
- Liga Europa 2012–13:
- Lolos dari grup yang berisi Twente (Belanda) dan Hannover 96 (Jerman)
- Kalah dari Rubin Kazan (Rusia) di babak 16 besar
- Liga Europa 2018–19:
- Menang 2–1 atas AC Milan di San Siro!
- Kalah dari Sevilla (raja Liga Europa) di 16 besar
💡 Fakta Menakjubkan:
Pada musim 2017–18, Levante mengalahkan Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid — satu-satunya klub Spanyol yang melakukannya dalam satu musim!
🐸 Asal Usul Julukan “Granotas” (Katak)
- Pada awal berdiri, tim berlatih di daerah rawa dekat pantai Valencia yang penuh katak.
- Lawan mengejek mereka sebagai “tim katak”, tapi para pemain mengadopsinya sebagai simbol kebanggaan.
- Kini, patung katak raksasa berdiri di luar stadion — menjadi ikon kota dan klub.
💬 “Kami mungkin kecil seperti katak, tapi kami berani melompati raksasa.”
🌟 Era Modern: Pahlawan dari Campanar
Levante dikenal sebagai “giant-killer” (pembunuh raksasa) berkat:
- Gaya bermain ofensif, cepat, dan tak kenal takut
- Manajemen cerdas dengan anggaran terbatas
- Pemain ikonik:
- José Luis Morales — legenda hidup, top scorer sepanjang masa (100+ gol)
- Arouna Koné, Obafemi Martins, Roger Martí — striker mematikan
- Jordi Xumetra, Rubén Rochina — pemain akademi lokal
Kemenangan Epik:
- 5–4 vs Barcelona (2018) — salah satu laga paling gila di Camp Nou
- 2–1 vs Real Madrid (2020) — di Santiago Bernabéu
- 3–2 vs Atletico Madrid (2018)
🏟️ Estadi Ciutat de València: “Kandang Katak”
- Intim, panas, dan penuh gairah
- Tribun “Fondo Sur” diisi oleh “Grada 1909” — kelompok suporter fanatik yang setia
- Suasana sangat mendukung, terutama saat derby melawan Valencia CF
- Stadion ini jarang penuh di masa sulit, tapi meledak saat Levante menang
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Soc un granota, visc a València… i no tinc por de ningú!”
(Aku seekor katak, tinggal di Valencia… dan aku tak takut pada siapa pun!)
🔥 Derbi Valensia: Rivalitas dengan Valencia CF
- Lawan utama: Valencia CF
- Pertandingan disebut “Derbi Valensia”
- Perbedaan identitas:
- Valencia CF: Klub mapan, bersejarah, berorientasi Eropa
- Levante U.D.: Klub rakyat, kelas pekerja, dan komunitas pelabuhan
- Meski rival, hubungan antarfans relatif damai — lebih seperti “persaingan persaudaraan” daripada permusuhan.
📉 Degradasi 2023: Ujian bagi Jiwa Granotas
- Musim 2022–23: Levante terdegradasi ke Segunda División setelah 11 tahun di La Liga.
- Penyebab:
- Masalah finansial
- Performa inkonsisten
- Kehilangan pemain kunci
- Tapi semangat tak padam:
- Fans tetap setia memadati stadion
- Klub fokus pada promosi kembali ke La Liga
- José Luis Morales tetap bertahan sebagai “kapten jiwa”
💚 Filosofi Klub: “Kecil Tapi Berani”
- Levante adalah “klub keluarga” — dekat dengan komunitas lokal.
- Menolak investor asing besar untuk menjaga identitas.
- Akademi muda (“Cantera”) jadi tulang punggung tim.
- Semboyan: “Petits però valents!” (Kecil tapi berani!)
💡 Fakta Unik
- Levante adalah satu-satunya klub di Spanyol yang pernah punya dua pelatih perempuan sukses di tim putri (kini jadi kekuatan utama liga wanita Spanyol).
- José Luis Morales adalah pemain pertama dalam sejarah La Liga yang mencetak gol dengan tumit, kepala, dan tendangan sepeda dalam satu musim.
- Pada 2020, Levante jadi klub pertama di dunia yang mengheningkan cipta 1 menit untuk korban rasisme sebelum laga.
- Klub ini aktif dalam isu sosial: mendukung hak perempuan, migran, dan lingkungan.
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di Segunda División
- Target: Promosi kembali ke La Liga
- Strategi:
- Regenerasi skuad dengan pemain muda
- Fokus pada stabilitas finansial
- Perkuat akademi dan tim putri
- Basis fans tetap kuat — justru makin solid di masa sulit.
💬 Kesimpulan
Levante U.D. bukan klub yang diukur dari trofi, tapi dari jiwa, keberanian, dan cinta pada kota kecilnya.
Ia adalah bukti bahwa sepak bola bukan soal uang, tapi soal hati.
“Di Valencia, ada dua klub. Yang satu punya sejarah. Yang satu punya jiwa. Kami adalah yang kedua.”
GIRONA FC
🟥🤍 Profil Singkat Girona FC
- Nama lengkap: Girona Futbol Club
- Didirikan: 23 Juli 1930
- Kota: Girona, Catalonia, Spanyol
- Stadion: Estadi Montilivi (kapasitas: 13.500)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Els Blanc-i-vermells (Yang Putih-Merah)
- Girona
- Pemilik: City Football Group (CFG) — dengan 47% saham, sisanya dimiliki fans (Girona Football Group)
💡 Girona adalah satu-satunya klub di Eropa yang dimiliki bersama oleh konglomerat global dan ribuan fans kecil — model kepemilikan unik yang jadi kunci kebangkitannya.
📈 Dari Jurang Kegagalan ke Puncak Eropa
🔻 Masa Kelam (2000–2010)
- Girona nyaris bangkrut total pada 2010.
- Hutang menumpuk, bermain di Segunda División B (liga kasta ke-3 Spanyol).
- Hanya punya 500 anggota (socios) dan stadion rusak.
🌱 Kebangkitan Dimulai (2010–2017)
- 2010: Seorang pengusaha lokal, Ramón Planes, mengumpulkan dana dari 2.000 fans untuk menyelamatkan klub.
- 2011: Promosi ke Segunda División (kasta ke-2).
- 2017: Promosi pertama ke La Liga dalam sejarah 87 tahun klub!
🚀 Era Modern: Dukungan City Football Group (2017–Sekarang)
- 2017: City Football Group (pemilik Manchester City, New York City FC, dll.) membeli 44,3% saham (kini 47%).
- Bukan “takeover”, tapi kemitraan strategis:
- Pinjam pemain muda dari Manchester City
- Akses ke analisis data, pelatih, dan infrastruktur global
- Tapi tidak mengubah identitas lokal — stadion, warna, dan filosofi tetap utuh
🏆 Prestasi Emas: Musim 2023/24 — Mimpi Jadi Nyata
- Finis ke-3 di La Liga — di atas Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Sociedad!
- Lolos ke Liga Champions 2024/25 — pertama kalinya dalam sejarah klub!
- Menang melawan raksasa:
- 3–2 vs Barcelona di Camp Nou
- 4–2 vs Real Madrid di Santiago Bernabéu
- 4–3 vs Atletico Madrid (penalti terakhir di menit ke-98!)
💬 “Kami bukan klub besar. Tapi kami punya hati besar.”
— Míchel, pelatih Girona
⚽ Gaya Bermain: Sepak Bola Ofensif Ala Guardiola
- Girona dikenal dengan sepak bola menyerang total:
- Rata-rata 2,3 gol per laga di La Liga 2023/24 (tertinggi ke-2 setelah Real Madrid)
- Ball possession tinggi (rata-rata 60%+)
- Transisi cepat dan pressing intens
- Ini adalah “sepak bola City” yang diadaptasi untuk tim kecil — dengan sentuhan lokal Catalonia.
🌍 Pemain Kunci Musim Ajaib 2023/24
- Artem Dovbyk (Ukraina): Striker, top scorer La Liga (24 gol)
- Viktor Tsygankov (Ukraina): Sayap kanan kreatif
- Aleix García (Spanyol): Gelandang otak tim, mantan akademi Barcelona
- Yangel Herrera (Venezuela): Gelandang bertahan, pinjaman dari Man City
- Paulo Gazzaniga (Argentina): Kiper andal, mantan Tottenham
🌟 Fakta: 5 dari 11 starter utama berasal dari luar Spanyol — tapi mereka semua jadi “anak Girona”.
🏟️ Estadi Montilivi: Intim, Panas, dan Penuh Jiwa
- Kapasitas hanya 13.500 — stadion terkecil di La Liga
- Tapi atmosfernya legendaris:
- Fans menyanyi sepanjang 90 menit
- Tribun sangat dekat dengan lapangan → tekanan psikologis besar untuk tim tamu
- Fakta: Girona tak terkalahkan di kandang selama 13 laga beruntun di 2023/24!
💚 Filosofi Unik: “Klub Rakyat dengan Dukungan Global”
- Girona menolak jadi “boneka” Man City.
- Fans tetap punya suara dalam keputusan penting.
- Tiket tetap murah (termurah di La Liga) — untuk menjaga aksesibilitas rakyat biasa.
- Semboyan: “Més que un club? Nosaltres som un poble.”
(“Lebih dari sekadar klub? Kami adalah sebuah kota.”)
💡 Fakta Menakjubkan
- Girona adalah klub terkecil (berdasarkan populasi kota: 100.000 jiwa) yang pernah lolos ke Liga Champions.
- Anggaran tim hanya €55 juta — 1/10 dari Barcelona atau Real Madrid.
- 70% pemain inti adalah pinjaman atau free transfer.
- Girona tidak punya tim cadangan di liga profesional — fokus total pada tim utama.
🏁 Masa Depan: Tantangan di Liga Champions
- 2024/25: Debut di Liga Champions — akan bertemu Bayern, Man City, Real Madrid, dll.
- Tantangan:
- Mempertahankan pemain bintang (Dovbyk incaran banyak klub)
- Menyeimbangkan ambisi Eropa dan stabilitas finansial
- Membangun stadion baru (rencana kapasitas 20.000)
Tapi seperti yang selalu dikatakan fans Girona:
“Kami sudah melewati yang mustahil. Sekarang, tidak ada yang mustahil.”
Valencia CF
🦇 Profil Singkat Valencia CF
- Nama lengkap: Valencia Club de Fútbol
- Didirikan: 18 Maret 1919
- Kota: Valencia, Comunidad Valenciana, Spanyol
- Stadion: Mestalla (kapasitas: 49.430) — salah satu stadion paling ikonik dan bersejarah di Eropa
- Warna seragam: Putih dengan aksen hitam
- Julukan:
- Los Ches (dalam bahasa Valensia: “Kami”)
- Los Murciélagos (Kelelawar) — diambil dari lambang kota Valencia
- Pemilik: Peter Lim (pengusaha Singapura, sejak 2014)
🏆 Prestasi: Raksasa Spanyol & Eropa
Valencia adalah salah satu klub paling sukses ke-6 di Spanyol, dengan warisan Eropa yang tak tertandingi.
Domestik (Spanyol)
- Juara La Liga: 6 kali
- 1941–42, 1943–44, 1946–47, 1970–71, 2001–02, 2003–04
- Juara Copa del Rey: 8 kali
- Juara Supercopa de España: 3 kali
Eropa & Dunia
- Liga Champions UEFA:
- Runner-up: 2000 (kalah dari Real Madrid), 2001 (kalah dari Bayern Munchen)
- Liga Europa / Piala UEFA:
- Juara: 2003–04, 1962–63, 1961–62
- Piala Super UEFA: Juara 1980
- Piala Interkontinental: Runner-up 1980
💡 Fakta Emas:
Valencia adalah satu-satunya klub Spanyol yang pernah juara Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Super UEFA — tanpa pernah memenangkan Liga Champions!
🦇 Asal Usul Julukan “Kelelawar” (El Murciélago)
- Lambang Valencia CF menampilkan kelelawar hitam di atas perisai.
- Ini berasal dari lambang Kerajaan Valencia abad ke-13, yang diberikan oleh Raja Jaime I setelah menaklukkan Valencia dari Moor.
- Menurut legenda, seekor kelelawar hinggap di panji sang raja saat pertempuran — dianggap pertanda baik.
- Sejak itu, kelelawar jadi simbol perlindungan dan keberuntungan bagi kota Valencia.
🌟 Era Keemasan: Awal 2000-an di Bawah Héctor Cúper & Rafael Benítez
Valencia mencapai puncak kejayaan di bawah dua pelatih legendaris:
1. Héctor Cúper (1999–2001)
- Bawa Valencia ke final Liga Champions 2 tahun berturut-turut (2000, 2001)
- Gaya bermain: defensif solid, serangan balik mematikan
2. Rafael Benítez (2001–2004)
- Double winners 2003–04: Juara La Liga + Piala UEFA
- Pemain ikonik: Pablo Aimar, Rubén Baraja, David Albelda, Mista, Juan Mata, Vicente Rodríguez
💬 “Kami tidak punya bintang, tapi kami punya tim. Dan tim itu tak terkalahkan.”
— Rafael Benítez
🏟️ Estadio Mestalla: Benteng Suci Valencia
- Dibuka: 1923
- Nama: Diambil dari nama jalan tempat stadion dibangun
- Karakteristik:
- Salah satu stadion paling sulit dikalahkan di Eropa
- Tribun “Curva Nord” diisi oleh “Ultras Sur” — kelompok suporter paling fanatik
- Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian Valensia
- Fakta: Mestalla adalah stadion tertua ke-2 yang masih aktif di La Liga (setelah Camp Nou, tapi Camp Nou sedang direnovasi).
🎶 Fans menyanyikan:
“Valencia, Valencia… et faràs campió!”
(Valencia, Valencia… kau akan jadi juara!)
❤️ Identitas & Nilai Klub
- Valencia CF dikenal sebagai “klub rakyat” — tidak dimiliki bangsawan atau oligarki, tapi tumbuh dari komunitas pekerja pelabuhan.
- Bahasa Valensia (bukan Spanyol) sering digunakan dalam yel-yel dan lagu fans.
- Semboyan: “De tota la vida!” (Seumur hidup!)
- Klub ini menolak komersialisasi berlebihan — tidak pernah mengganti nama stadion untuk sponsor.
📉 Tantangan di Era Modern (2010–2024)
- Setelah kejayaan awal 2000-an, Valencia mengalami kemunduran finansial.
- Hutang menumpuk → penjualan pemain bintang (David Silva, Juan Mata, Isco, dll.)
- 2014: Dibeli Peter Lim, tapi fokus pada stabilitas, bukan ambisi besar
- 2022–2024: Sering terlibat perebutan tiket Eropa, tapi belum kembali ke level juara
Namun, semangat Mestalla tak pernah padam. Setiap laga kandang, stadion tetap penuh, dan fans tetap menyanyi.
💡 Fakta Unik
- Valencia adalah satu-satunya klub di dunia yang memiliki dua stadion aktif (Mestalla dan Nou Mestalla — yang pembangunannya mandek sejak 2009).
- Gaizka Mendieta dianggap legenda terbesar sepanjang masa — kapten era emas 2000-an.
- Valencia CF tidak pernah terdegradasi dari La Liga sejak 1932 — 90+ tahun bertahan di kasta tertinggi!
- Klub ini punya rivalitas sengit dengan Levante UD (Derbi Valensia) dan Villarreal CF (Derbi Komunitas Valensia).
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di La Liga
- Fokus pada:
- Pembinaan pemain muda (akademi “Academia”)
- Kembalinya ke kompetisi Eropa
- Penyelesaian pembangunan Nou Mestalla (rencana 2025–2027)
- Masih memiliki basis fans global yang kuat — terutama di Asia dan Amerika Latin.
💬 Kesimpulan
Valencia CF bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol identitas Valensia, semangat “batet”, dan bukti bahwa tim kecil bisa mengguncang raksasa.
“Di Mestalla, kami tidak menjual tiket. Kami menjual emosi.”
BANJIR DI SUMATRA DAN ACEH
🌧️ Penyebab Utama Banjir di Sumatra dan Aceh
1. Curah Hujan Ekstrem
- Sumatra dan Aceh berada di iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan 2.000–4.000 mm, bahkan bisa mencapai 6.000 mm di daerah pegunungan.
- Musim hujan (Oktober–April) sering membawa hujan lebat berkepanjangan, terutama saat fenomena La Nina (2020–2023) yang memperkuat curah hujan di Indonesia.
2. Deforestasi & Kerusakan Hutan
- Penebangan hutan ilegal dan konversi hutan jadi perkebunan kelapa sawit mengurangi daya serap tanah.
- Di Aceh, tutupan hutan menurun dari 60% (1990) menjadi <50% (2023).
- Di Sumatra, lebih dari 50% hutan hujan dataran rendah telah hilang sejak 1985.
3. Sedimentasi & Pendangkalan Sungai
- Tanah longsor dari pegunungan mengalir ke sungai → sungai dangkal → kapasitas tampung berkurang.
- Contoh: Sungai Aceh, Sungai Musi (Palembang), Sungai Indragiri (Riau) sering meluap karena pendangkalan.
4. Luapan Sungai Besar
- Aceh: Sungai Aceh, Sungai Jambo Aye
- Sumatra Utara: Sungai Asahan, Sungai Bah Bolon
- Sumatra Barat: Sungai Batang Arau, Sungai Indragiri
- Riau & Jambi: Sungai Kampar, Sungai Batang Hari
- Sumatra Selatan: Sungai Musi — Palembang sering banjir rob + luapan
5. Banjir Rob (Pasang Air Laut)
- Di pesisir timur Sumatra (Riau, Sumatra Selatan, Aceh Timur), kombinasi pasang air laut tinggi + hujan menyebabkan banjir rob yang memperparah genangan.
🗓️ Kejadian Banjir Besar dalam Sejarah
🔥 Aceh
- Desember 2006: Banjir besar di Banda Aceh pasca-tsunami — 15.000 orang mengungsi.
- Desember 2020: Banjir bandang di Subulussalam dan Aceh Tenggara — 8 orang tewas, 10.000 terdampak.
- Januari 2024: Banjir di Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Utara — 30 kecamatan terendam, 50.000+ warga terdampak.
🔥 Sumatra
- November 2020: Banjir di Padang (Sumatra Barat) — 12 orang tewas, Kota Padang lumpuh.
- Februari 2021: Banjir bandang di Mukomuko, Bengkulu — jembatan ambruk, akses terputus.
- November 2023: Banjir di Palembang — 70% kota terendam, termasuk kawasan pusat bisnis.
- Januari 2024: Banjir di Riau, Jambi, Sumatra Selatan — 200.000+ orang terdampak, sawah dan perkebunan hancur.
👥 Dampak Sosial & Ekonomi
- Korban jiwa: Ratusan orang tewas dalam 10 tahun terakhir.
- Pengungsian: Rata-rata 50.000–200.000 orang mengungsi tiap kejadian besar.
- Infrastruktur rusak: Jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit lumpuh.
- Ekonomi:
- Perkebunan sawit & karet terendam → petani rugi miliaran rupiah
- Tambak ikan & udang di pesisir rusak
- Transportasi antarkota terhenti (contoh: Medan–Banda Aceh via darat)
🌿 Dampak Lingkungan
- Tanah pertanian jadi asam akibat genangan lama.
- Air bersih tercemar → wabah diare, leptospirosis.
- Habitat satwa liar (harimau Sumatra, gajah, orangutan) terganggu.
- Lumpur mengubur terumbu karang di pesisir.
🛠️ Upaya Penanggulangan
Pemerintah
- Normalisasi sungai: Pengerukan sedimentasi di Sungai Musi, Sungai Aceh.
- Pembangunan tanggul: Di Palembang, Medan, Banda Aceh.
- Sistem peringatan dini banjir: BNPB dan BMKG memantau curah hujan real-time.
- Reboisasi: Program “Sumatra Hijau” dan “Aceh Hijau” menanam jutaan pohon.
Masyarakat & LSM
- Kelompok siaga bencana desa (Desa Tangguh Bencana)
- Penanaman vetiver (rumput akar kuat) di lereng untuk cegah longsor
- Bank sampah untuk kurangi penyumbatan saluran
⚠️ Tantangan ke Depan
- Perubahan iklim → curah hujan ekstrem makin sering.
- Ekspansi perkebunan sawit terus menggerus hutan.
- Pertumbuhan kota tak terkendali → lahan resapan berkurang.
- Minimnya drainase modern di kota-kota menengah.
💬 Kesimpulan
Banjir di Sumatra dan Aceh bukan lagi bencana “alamiah murni”, tapi bencana akibat interaksi alam dan manusia.
Hutan yang hilang, sungai yang dangkal, dan kota yang tumbuh tanpa perencanaan — semua berkontribusi pada siklus banjir yang kini terjadi hampir setiap tahun.
“Banjir bukan takdir. Ia adalah cermin dari cara kita memperlakukan bumi.”
PS Cilegon
🔍 1. PS Cilegon: Klub Legendaris yang Pernah Ada
PS Cilegon (Persatuan Sepak Bola Cilegon) pernah eksis sebagai klub amatir dan semi-profesional di era 1980–2000-an, mewakili Kota Cilegon, Banten.
- Didirikan: Sekitar 1970–1980-an
- Kandang: Stadion Krakatau Steel (milik perusahaan baja terbesar di Indonesia)
- Warna: Merah dan Putih
- Status: Klub amatir/lokal, tidak pernah tampil di kompetisi nasional kasta atas (Perserikatan atau Liga Indonesia).
PS Cilegon aktif di kompetisi internal Banten, turnamen antarperusahaan (terutama karyawan Krakatau Steel), dan Liga 3 Banten pada awal 2000-an, tapi tidak pernah mencapai putaran nasional.
🏭 2. Kaitan dengan Krakatau Steel
Cilegon dikenal sebagai kota industri baja, dengan PT Krakatau Steel sebagai tulang punggung ekonomi.
Dulu, Krakatau Steel memiliki tim sepak bola internal yang kuat, dan banyak pemain PS Cilegon berasal dari karyawan atau akademi perusahaan tersebut.
Namun, sejak 2000-an, fokus Krakatau Steel beralih ke pembinaan akademi muda, bukan klub senior kompetitif.
⚽ 3. Klub Pengganti: Perserang atau Klub Lain di Banten?
Saat ini, klub profesional dari Banten yang aktif di kompetisi nasional justru berasal dari Serang, bukan Cilegon:
- Perserang Serang — bermain di Liga 2 (2024)
- Cilegon United — inilah klub yang mungkin Anda maksud!
✅ Kemungkinan Besar: Anda Maksud “Cilegon United”
Jika yang Anda cari adalah klub sepak bola profesional dari Cilegon, maka Cilegon United adalah jawabannya.
📌 Profil Singkat Cilegon United
- Didirikan: 2012 (sebagai RANS Cilegon FC, lalu berganti nama)
- Kota: Cilegon, Banten
- Stadion: Krakatau Steel Stadium
- Warna: Merah dan Hitam
- Status 2024: Tidak aktif di kompetisi PSSI
→ Pada 2023, klub ini vakum setelah dilepas oleh Raffi Ahmad (pemilik awal sebagai RANS Cilegon FC).
→ Nama “Cilegon United” sempat dipakai, tapi tidak melanjutkan kompetisi.
📉 Fakta:
RANS Cilegon FC (2021–2022) sempat viral karena dimiliki artis Raffi Ahmad, promosi besar-besaran, dan merekrut pelatih Maman Abdurrahman, tapi gagal promosi ke Liga 1. Setelah promosi gagal, klub dihentikan.
🏁 Kesimpulan
- PS Cilegon: Klub lokal/amatir lama dari Cilegon, tidak aktif lagi di kompetisi resmi.
- Cilegon United / RANS Cilegon FC: Klub modern (2021–2022) yang kini tidak aktif.
- Tidak ada klub dari Cilegon yang saat ini bermain di Liga 1, Liga 2, atau Liga 3 (2024).
MALUT UNITED
🏴 Profil Singkat Malut United
- Nama lengkap: Malut United Football Club
- Didirikan: 2022
- Kota: Ternate, Maluku Utara
- Stadion: Gelora Kie Raha Stadium, Ternate (kapasitas: ±10.000)
- Warna seragam: Merah, Putih, dan Biru
- Julukan:
- Laskar Kie Raha
- Sang Raja dari Utara
- Kepemilikan: Swasta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara
⚠️ Catatan: Malut United bukan klub lama, melainkan klub baru yang dibentuk untuk mengisi kekosongan representasi Maluku Utara di sepak bola nasional.
🏆 Latar Belakang Berdirinya
Maluku Utara — yang mencakup pulau-pulau bersejarah seperti Ternate, Tidore, Halmahera, Jailolo, dan Bacan — dikenal sebagai “Kie Raha” (Empat Gunung), simbol persekutuan kerajaan-kerajaan Melayu Islam di abad ke-15–17.
Namun, belum pernah ada klub dari Maluku Utara yang tampil di kompetisi nasional kasta atas.
Oleh karena itu, pada 2022, Pemprov Maluku Utara dan pengusaha lokal membentuk Malut United dengan misi:
“Membawa kebanggaan Maluku Utara ke panggung sepak bola nasional.”
📈 Perjalanan Kompetisi (2022–2024)
- 2022: Ikut Liga 3 Maluku Utara, juara provinsi → lolos ke Putaran Nasional Liga 3
- 2023: Tampil di Putaran Nasional Liga 3, gagal promosi ke Liga 2
- 2024: Kembali berkompetisi di Liga 3, dengan target promosi ke Liga 2
💡 Malut United belum pernah tampil di Liga 2 atau Liga 1, tapi menjadi harapan baru bagi sepak bola Maluku Utara.
🦅 Identitas: Laskar Kie Raha dan Warisan Kerajaan Rempah
- “Kie Raha” merujuk pada empat kerajaan adat: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan — yang dulu menguasai perdagangan cengkeh dan pala dunia.
- Warna merah = semangat juang pahlawan Sultan Babullah
- Warna putih = kemurnian niat
- Warna biru = laut Maluku yang kaya
- Logo klub sering menampilkan gunung, perahu kora-kora, dan mahkota sultan
💬 “Kami bukan hanya bermain bola. Kami membawa nama Kie Raha ke seluruh Indonesia.”
🏟️ Stadion Gelora Kie Raha
- Lokasi: Ternate, ibu kota Maluku Utara
- Nama: Diambil dari sejarah Kie Raha
- Karakteristik:
- Lapangan dengan pemandangan Gunung Gamalama
- Suasana intim, tapi sangat mendukung
- Masih dalam tahap peningkatan fasilitas untuk memenuhi standar Liga 2
🎯 Visi & Misi
- Jangka pendek: Promosi ke Liga 2 dalam 2–3 tahun
- Jangka panjang: Menjadi klub pertama dari Maluku Utara yang tampil di Liga 1
- Pembinaan: Fokus pada pemain muda asli Maluku Utara, terutama dari daerah kepulauan
💡 Fakta Unik
- Malut United adalah satu-satunya klub profesional di Maluku Utara yang aktif di kompetisi resmi PSSI.
- Nama “Malut” adalah kependekan resmi Maluku Utara (seperti “Jatim” untuk Jawa Timur).
- Klub ini sering mengadakan turnamen remaja di pulau-pulau terpencil untuk mencari bakat.
- Lagu kebanggaan klub menggabungkan gendang tifa dan pantun Melayu Ternate.
🏁 Tantangan Utama
- Geografi kepulauan: Sulit mengumpulkan pemain dari Halmahera, Morotai, atau Obi.
- Infrastruktur terbatas: Minimnya lapangan berstandar nasional di luar Ternate.
- Dana: Masih bergantung pada dana APBD dan sponsor lokal.
Namun, semangat Kie Raha terus menyala. Setiap pertandingan kandang, tribun dipenuhi warga yang membawa bendera kerajaan Ternate dan Tidore.
💬 Kesimpulan
Malut United mungkin klub muda, tapi ia membawa warisan sejarah ribuan tahun dari tanah rempah.
Dari kaki Gunung Gamalama, Laskar Kie Raha berlari — bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa Maluku Utara layak diperhitungkan di peta sepak bola Indonesia.
“Dulu, Maluku Utara menguasai dunia lewat cengkeh. Kini, kami ingin menguasai lapangan lewat bola.”
Madura United
🐂 Profil Singkat Madura United
- Nama lengkap: Madura United Football Club
- Didirikan: 10 Januari 2016 (sebagai rebranding dari Persepam MU)
- Kota: Pamekasan, Madura, Jawa Timur
- Stadion: Gelora Ratu Pamelingan (kapasitas: 15.000)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Sape Kerrab (Sapi Madura) — simbol kekuatan, ketangguhan, dan semangat petarung khas Madura
- Laskar Sape Kerrab
- Pemilik: PT Polije Madura Bersatu (didukung oleh Konglomerat asal Madura, Achmad Hidayat)
🔥 Asal Usul: Dari Persepam ke Madura United
- 1975: Berdiri sebagai Persepam Pamekasan (Persatuan Sepak Bola Pamekasan).
- 2014: Berganti nama menjadi Persepam Madura Utama.
- 2016: Dibeli dan direbranding total menjadi Madura United oleh pengusaha sukses asal Madura dengan visi:“Membawa kebanggaan Madura ke level nasional dan Asia.”
Perubahan ini mencakup logo baru, manajemen profesional, pemain berkualitas, dan infrastruktur modern.
🏆 Prestasi Modern: Cepat Menanjak, Ambisius ke Puncak
Meski klub muda, Madura United cepat menjadi penantang gelar di Liga 1.
Prestasi Utama:
- Runner-up Liga 1: 2021–2022 — pencapaian terbaik sepanjang sejarah!
- 4 Besar Liga 1: 2017, 2018, 2019, 2022/23, 2023/24
- Juara Piala Presiden: 2022 — trofi pertama dalam sejarah klub!
→ Mengalahkan Bali United di final - Perempat Final Piala AFC: 2023–2024 — langkah terjauh klub Indonesia di kompetisi Asia saat itu
💡 Fakta Cepat:
Dalam 8 tahun, Madura United bertransformasi dari klub kasta kedua menjadi penantang gelar reguler dan wakil Indonesia di Asia.
🐂 Identitas: Sape Kerrab dan Jiwa Madura
- Sape Kerrab adalah sapi aduan khas Madura — simbol keberanian, ketangguhan, dan jiwa petarung.
- Warna merah melambangkan semangat membara, putih melambangkan kesucian niat.
- Klub ini sangat dekat dengan budaya Madura:
- Sering mengadakan upacara adat sebelum laga besar
- Pemain dan pelatih diharapkan memahami “basa Madura” dan nilai “budi luhur”
- Semboyan: “Sape Kerrab, Tak Gentar Lawan Siapa Pun!”
💬 “Di Madura, sapi bukan hanya ternak — dia adalah kehormatan. Dan di lapangan, kami adalah Sape Kerrab.”
⚡ Gaya Bermain: “Total Football” Ala Madura
Madura United dikenal dengan:
- Sepak bola ofensif, cepat, dan atraktif
- Tekanan tinggi sejak menit pertama
- Kombinasi sayap tajam (Theo Hernandez, Malik Risaldi) dan striker mematikan (Beto Gonçalves, Malik Risaldi, Peter Shalulile)
- Di bawah pelatih Didik Agus dan Felix Magath (2023), tim ini menerapkan taktik modern ala Eropa
🌍 Pemain & Pelatih Internasional
Madura United berani merekrut talenta global:
- Peter Shalulile (Namibia) — pencetak gol terbanyak Liga 1 2023
- Slamet Nurcahyono (legenda lokal yang jadi ikon transisi)
- Felix Magath (Jerman) — mantan pelatih Bayern Munchen & Schalke, jadi pelatih Eropa pertama di Liga 1 sejak 2023
- Djenepo (Mali, eks Southampton) — rekrutan termahal dalam sejarah klub (2024)
🏟️ Stadion Gelora Ratu Pamelingan: Kandang Sape Kerrab
- Lokasi: Pamekasan, Madura
- Kapasitas: 15.000
- Karakteristik:
- Lapangan dengan rumput sintetis berkualitas FIFA
- Tribun “Kurungan Sape” diisi oleh Sparta — kelompok suporter paling fanatik di Jawa Timur
- Suasana sangat intimidatif untuk tim tamu — terutama saat lagu “Sape Kerrab” dinyanyikan
🎉 Saat juara Piala Presiden 2022, puluhan ribu warga Madura menyambut tim dengan arak-arakan sapi aduan dan musik tradisional.
🎶 Budaya Suporter: “Sparta” dan Nyanyian Khas
- Fans Madura United disebut “Sparta” — akronim dari “Sapator Madura” (Pendukung Sape Kerrab)
- Mereka dikenal fanatik, loyal, dan sangat menjunjung tinggi harga diri Madura
- Lagu kebanggaan:“Sape Kerrab… maju terus!
Madura United… juara dunia!” - Mereka juga sering membunyikan kentongan dan gong — warisan budaya lokal.
💡 Fakta Unik
- Madura United adalah satu-satunya klub di Indonesia yang menggunakan sapi aduan sebagai lambang kekuatan.
- Klub ini punya akademi muda terbaik di Jawa Timur — melahirkan talenta seperti Ahmad Agung.
- Logo klub berbentuk kepala Sape Kerrab dengan mahkota kerajaan Sumenep — simbol sejarah Madura.
- Madura United tidak pernah terdegradasi sejak promosi ke Liga 1 (2016).
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di Liga 1
- Target:
- Juara Liga 1 pertama dalam sejarah
- Kembali ke Piala AFC
- Membangun stadion baru berkapasitas 30.000 (rencana 2025)
- Masih menjadi salah satu klub dengan basis fans terkuat di Jawa Timur, bahkan menyaingi Arema dan Persebaya dalam hal antusiasme.
💬 Kesimpulan
Madura United bukan hanya klub sepak bola modern.
Ia adalah perwujudan semangat Sape Kerrab: tangguh, berani, dan tak kenal menyerah.
Dari pulau kecil di ujung timur Jawa, Laskar Sape Kerrab terus berlari — untuk mengguncang takhta sepak bola Indonesia.
“Di Madura, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Garam, Sate, dan Madura United.”
