Setan Merah
now browsing by tag
NIGER
⚽ Awal Mula: Sepak Bola di Tanah Sahel (1930–1960)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan administrator kolonial Prancis selama masa Afrika Barat Prancis (AOF).
- 1932: Klub tertua, Sahel SC (Niamey), didirikan.
- 1960: Setelah kemerdekaan dari Prancis, Fédération Nigerienne de Football (FENIFOOT) berdiri.
- 1961: Niger gabung FIFA dan CAF.
- 1961: Timnas Niger mainkan laga pertama — kalah 2–4 dari Upper Volta (kini Burkina Faso).
💡 Sepak bola awalnya dimainkan di tanah berdebu Niamey, dengan bola dari kain dan gawang dari ranting — namun semangatnya tak pernah kering.
🌍 Prestasi Internasional: Perjuangan Tanpa Henti
Niger adalah salah satu tim paling kesulitan di Afrika, akibat:
- Kemiskinan ekstrem (salah satu negara termiskin dunia)
- Ketidakstabilan politik (6 kudeta sejak 1960)
- Konflik terorisme di perbatasan Mali & Nigeria
Piala Afrika: Penampilan Langka
- 2012: Pertama kalinya lolos ke Piala Afrika!
- Kalah dari Gabon, Tunisia, Maroko di fase grup
- Tapi mencatat sejarah abadi
- 2013: Gagal lolos
- 2021: Lolos kedua kalinya!
- Kalah dari Senegal, Guinea, Malawi
- Tapi tampil penuh semangat
🥉 Catatan terbaik: Peringkat ke-3 Piala Afrika Barat (WAFU) 2010 — prestasi tertinggi hingga kini.
Piala Dunia: Belum Pernah Lolos
- Kualifikasi selalu gagal di babak awal
- Rekor kandang: Stade Général Seyni Kountché di Niamey jadi benteng terakhir — tapi sering kalah tipis
🦁 Julukan & Identitas: “Les Mena”
- Timnas Niger dijuluki “Les Mena” — dari kata “Mena” dalam bahasa Hausa, artinya “singa”.
- Warna seragam: Hijau, oranye, putih — mencerminkan bendera Niger:
- Oranye: gurun Sahara
- Putih: Sungai Niger
- Hijau: harapan dan pertanian
💬 “Kami mungkin kecil. Tapi kami singa Sahel.”
🔴 Klub-Klub Domestik: Sepak Bola di Tengah Kesulitan
- Liga Niger (Ligue 1) sangat sederhana, dengan stadion tanpa tribun permanen.
- Klub paling sukses:
- Sahel SC (Niamey): 8 gelar liga
- AS FAN (Niamey): 6 gelar liga, sering wakili Niger di Piala Konfederasi CAF
- Olympic FC de Niamey, ASN Nigelec
🏟️ Stade Général Seyni Kountché (kapasitas: 35.000) adalah satu-satunya stadion internasional di Niger — sering dipakai untuk upacara nasional juga.
🦅 Bintang Terkenal Niger
Niger belum melahirkan bintang global, tapi beberapa pemain bermain di luar negeri:
| Pemain | Karier |
|---|---|
| Issa Modibo Sidibé | Bek tengah, main di Maroko & Tunisia |
| Abdoul Karim Danté | Gelandang, main di Belgia (Anderlecht U21) |
| Moussa Maâzou | Striker, main di Belgia, Prancis, Tiongkok |
| Khaled Adénon | Main di Benin & Prancis (keturunan campur) |
⚠️ Tantangan utama: Minim infrastruktur → bakat muda sulit berkembang.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola untuk Bertahan Hidup”
- Sepak bola di Niger bukan soal trofi — tapi pelarian dari kemiskinan dan konflik.
- Anak-anak bermain di jalan berdebu, lapangan pasir, atau tepi Sungai Niger.
- Klub lokal sering jadi pusat komunitas, tempat anak muda hindari rekrutmen teroris.
💬 “Di Niger, bola bukan mainan. Ia adalah harapan.”
📉 Tantangan Berat: Ancaman Eksistensial
- Keamanan:
- Wilayah utara dan barat dikuasai kelompok jihadis (Boko Haram, ISIS-Sahel)
- Latihan sering dibatalkan
- Ekonomi:
- Anggaran timnas < $1 juta/tahun
- Pemain sering tak dibayar
- Infrastruktur:
- Hanya 2 stadion layak internasional di seluruh negeri
- Eksodus bakat:
- Pemain berbakat ambil kewarganegaraan Prancis/Maroko
💔 2023: Setelah kudeta militer, FIFA mengancam sanksi karena campur tangan politik — memperparah krisis.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Stabilkan federasi sepak bola pasca-kudeta
- Bangun akademi aman di Niamey
- Lolos ke Piala Afrika 2025
- Kerja sama dengan Maroko, Tunisia, Prancis untuk kembangkan bakat
💬 Kesimpulan
Sepak bola Niger adalah kisah ketahanan manusia:
- Lahir di gurun,
- Dibesarkan dalam krisis,
- Tapi tak pernah menyerah.
Mereka mungkin tak punya trofi, tapi semangat “Menas” mereka adalah mahkota tak terlihat.
“Kami bukan tim besar. Tapi setiap kali kami turun lapangan, kami membela harga diri bangsa.”
🇳🇪 Fakta Unik
- Niger adalah satu-satunya negara di dunia yang warna benderanya (oranye-putih-hijau) sama persis terbalik dengan bendera India.
- Stade Général Seyni Kountché dinamai dari presiden militer pertama Niger — simbol hubungan erat antara olahraga dan politik.
- Timnas Niger belum pernah menang atas tim Afrika Barat utama (Nigeria, Ghana, Pantai Gading) — tapi terus mencoba.
- Pemain Niger sering berpuasa penuh selama Ramadan meski sedang bertanding — simbol iman dan disiplin.
MALI
⚽ Awal Mula: Sepak Bola di Tanah Mandé (1930–1960)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan administrator kolonial Prancis di masa Afrika Barat Prancis (AOF).
- 1938: Klub tertua, AS Real Bamako, didirikan.
- 1960: Setelah kemerdekaan dari Prancis, Fédération Malienne de Football (FEMAFOOT) berdiri.
- 1962: Mali gabung FIFA dan CAF.
- 1963: Timnas Mali mainkan laga pertama — kalah 2–3 dari Sudan.
💡 Sepak bola Mali lahir dari semangat kemerdekaan dan identitas etnis Mandé, Bambara, dan Songhai.
🏆 Konsistensi di Piala Afrika: “Raksasa Tanpa Mahkota”
Meski belum pernah juara, Mali adalah salah satu tim paling konsisten di Piala Afrika:
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 1972 | Peringkat ke-3 (terbaik sepanjang masa) |
| 2002 | Semi-final (kalah dari Kamerun) |
| 2004 | Semi-final (kalah dari Maroko) |
| 2012 | Semi-final (kalah dari Pantai Gading) |
| 2013 | Perempat final |
| 2015 | Perempat final |
| 2019 | Perempat final |
| 2021 | Perempat final |
🥉 4 kali capai semi-final — rekor untuk tim yang tak pernah juara!
Tragedi 2002:
- Mali kalah adu penalti dari Kamerun di semi-final.
- Pelatih Henryk Kasperczak (Polandia) sebut: “Kami bermain seperti juara, tapi nasib berkata lain.”
🌍 Piala Dunia: Mimpi yang Belum Kesampaian
- Mali belum pernah lolos ke Piala Dunia.
- Kualifikasi terdekat:
- 2002: Kalah dari Afrika Selatan di babak playoff
- 2018: Kalah dari Tunisia di babak akhir kualifikasi
- 2022: Kalah dari Tunisia lagi di babak playoff
💔 Setiap kegagalan terasa seperti tragedi nasional — tapi semangat tak pernah padam.
🦅 Pabrik Bakat Afrika Barat
Mali dikenal sebagai “tanah emas” penghasil talenta teknis:
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1990s | Frédéric Kanouté | Top scorer Piala Afrika 2002, legenda Sevilla |
| 2000s | Seydou Keita | Gelandang Barcelona, juara Liga Champions 2009 |
| 2010s | Adama Traoré | Sayap cepat (Wolves, Barça) |
| 2010s | Yves Bissouma | Gelandang Tottenham, pilar timnas |
| 2020s | Amadou Haidara | Gelandang RB Leipzig |
⭐ Frédéric Kanouté dan Seydou Keita adalah dua pemain Mali pertama yang menang Liga Champions.
🔴 Klub Domestik: Akar Sepak Bola Rakyat
- Ligue 1 Malienne didominasi oleh:
- Stade Malien (Bamako): 22 gelar liga, finalis Piala Champions 1964–65
- Djoliba AC (Bamako): 20 gelar liga, rival abadi Stade Malien
- AS Real Bamako, Onze Créateurs
Derbi Bamako
- Stade Malien vs Djoliba AC — “Derbi Abadi Mali”.
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin persaingan dua kelompok sosial di ibukota.
🏟️ Kedua klub bermarkas di Stade Modibo Keïta (kapasitas 35.000) — satu-satunya stadion besar di Mali.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Jalanan Bamako”
- Gaya bermain Mali khas:
- Teknik individu tinggi (lahir dari sepak bola jalanan)
- Dribel cepat, umpan-umpan pendek
- Kelincahan ala “griot” (pencerita tradisional)
- Dijuluki “fútbol mandé” — gabungan ritme, kebebasan, dan kecerdasan.
💬 “Kami tak punya stadion mewah. Tapi kami punya jalan — dan di sanalah bintang lahir.”
📉 Tantangan Berat: Perang, Kemiskinan, dan Eksodus Bakat
- Sejak 2012: Konflik bersenjata di utara Mali → latihan sering terganggu.
- Liga domestik sering dihentikan karena keamanan.
- Bakat muda cepat pindah ke akademi Eropa (Prancis, Spanyol) — jarang kembali.
- Minim dana → timnas sering latihan di luar negeri (Maroko, Tunisia).
💪 Tapi: “Sepak bola adalah pelarian dari perang,” kata pelatih Eric Sekou Chelle (2021–sekarang).
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi aman di Bamako
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2025 — akhiri status “raksasa tanpa mahkota”
- Tingkatkan keamanan liga domestik
💬 Kesimpulan
Sepak bola Mali adalah cermin ketahanan bangsa:
- Lahir di jalan berdebu Bamako,
- Dibesarkan di akademi Eropa,
- Dan terus membela bendera, meski negara dalam perang.
Mali mungkin belum punya trofi, tapi jiwanya penuh kehormatan.
“Kami bukan juara. Tapi kami selalu membuat juara waspada.”
🇲🇱 Fakta Unik
- Mali adalah satu-satunya negara di dunia yang finalis Piala Champions Afrika (1965) tapi belum pernah lolos ke Piala Dunia.
- Stade Malien adalah klub Afrika pertama yang kalahkan tim Eropa di kompetisi resmi (1964 vs Stade d’Abidjan — tunggu, ini antar klub Afrika; sebenarnya, Stade Malien pernah kalahkan klub Prancis Nîmes di Piala Champions 1965? Tidak, tidak tercatat).
→ Koreksi: Stade Malien belum pernah kalahkan klub Eropa, tapi capai final Piala Champions Afrika 1965. - Frédéric Kanouté adalah satu-satunya pemain Afrika yang menang Liga Champions + Piala UEFA + Piala Afrika.
- Bendera Mali (hijau-kuning-merah) sering dikibarkan oleh fans di setiap laga di Eropa — simbol diaspora yang setia.
ALJAZAIR
⚽ Awal Mula: Sepak Bola dalam Api Perang (1930–1962)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan kolonial Prancis pada awal abad ke-20.
- 1958: Di tengah Perang Kemerdekaan Aljazair (1954–1962), sekelompok pemain Aljazair yang bermain di liga Prancis — termasuk Mustapha Zitouni (bek timnas Prancis) — melarikan diri dari Prancis untuk membentuk “Tim Nasional FLN” (Front de Libération Nationale).
- Mereka menolak main untuk Prancis, memilih membela identitas Aljazair.
- Tim ini main 93 laga persahabatan di 24 negara sebagai duta kemerdekaan.
- 1962: Setelah merdeka, Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) resmi berdiri.
- 1963: Timnas Aljazair mainkan laga pertama — menang 2–1 atas Bulgaria.
💡 Sepak bola Aljazair lahir dari perlawanan, bukan olahraga biasa — ia adalah senjata politik dan simbol kebanggaan nasional.
🌍 “Tangan Tuhan Afrika”: Kualifikasi Piala Dunia 1982
- 1981: Aljazair hadapi Jerman Barat di kualifikasi Piala Dunia.
- Laga pertama: Aljazair menang 2–1 di Hamburg — kejutan dunia!
- Laga terakhir: Jerman vs Austria — Jerman menang 1–0, dan kedua tim sengaja memperlambat permainan setelah menit ke-10.
- Hasil ini mengeliminasi Aljazair, meski punya catatan lebih baik.
- Dunia menyebutnya “Disgrace of Gijón“ — salah satu skandal terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
- Sejak itu, FIFA ubah aturan: laga terakhir grup harus dimainkan bersamaan.
🙌 Aljazair dianggap pahlawan moral — korban ketidakadilan sistem.
🏆 Piala Dunia 1982 & 1986: Debut Penuh Gairah
- 1982 (Spanyol):
- Kalahkan Jerman Barat 2–1 — kemenangan paling ikonik dalam sejarah!
- Kalahkan Chile 3–2
- Tapi gagal lolos karena skandal Gijón
- 1986 (Meksiko):
- Kalahkan Korea Utara 2–1
- Tapi kalah dari Brasil & Spanyol
⚽ Lakhdar Belloumi — legenda 1982, pencetak gol ke gawang Jerman — jadi pahlawan nasional.
🦁 Juara Afrika 2019: Penebusan Setelah 29 Tahun
- 1990: Aljazair juara Piala Afrika pertama di kandang sendiri — puncak kejayaan era pasca-kemerdekaan.
- 2019: Juara Piala Afrika kedua di Mesir!
- Kalahkan Senegal 1–0 di final
- Gol awal oleh Baghdad Bounedjah (2 menit)
- Pelatih: Djamel Belmadi (mantan pemain Qatar)
- Kapten: Riyad Mahrez (bintang Manchester City)
🏆 Ini adalah puncak kebangkitan modern — setelah gagal di Piala Dunia 2010 & 2014 (meski 2014 capai 16 besar).
🦅 Bintang Legendaris Aljazair
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1980s | Lakhdar Belloumi | Legenda 1982, “Maradona-nya Aljazair” |
| 2000s | Ali Benarbia | Gelandang Monaco & Man City |
| 2010s–2020s | Riyad Mahrez | Pemain terbaik Afrika 2016, juara Premier League & Piala Afrika |
| 2010s–2020s | Islam Slimani | Top scorer sepanjang masa Aljazair (44+ gol) |
⭐ Mahrez adalah pemain Aljazair pertama yang menang Liga Champions (2023 bersama Man City).
🔴 Klub-Klub Domestik: Pilar Identitas Nasional
- Liga Aljazair didominasi oleh:
- JS Kabylie: 2x juara Piala Champions Afrika (1981, 1990) — klub paling sukses di Afrika
- MC Alger: 8 gelar liga, finalis Piala Champions 2023
- USM Alger: Juara Piala Konfederasi Afrika 2023
🏟️ Derbi Algiers (MC Alger vs USM Alger) adalah derbi paling panas di Aljazair — sering diwarnai kerusuhan.
🧭 Filosofi: “Semangat Revolusioner di Lapangan”
- Aljazair dikenal dengan:
- Semangat tempur tinggi
- Teknik individu dari akar jalanan
- Loyalitas nasional di atas segalanya
- Banyak pemain lahir di Prancis (Mahrez, Zeffane, Bennacer) memilih Aljazair — bukan Prancis.
💬 “Kami tak main untuk klub. Kami main untuk bendera.”
📉 Masa Tantangan Pasca-2019
- 2021: Gagal di Piala Afrika 2021 (gugur di 16 besar)
- 2022: Gagal lolos ke Piala Dunia — kalah dari Kamerun di playoff
- 2023: Gagal di Piala Afrika 2023 (gugur di perempat final)
- Masalah:
- Konflik internal FAF
- Eksodus pelatih asing
- Ketergantungan pada Mahrez & Slimani
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi muda di Aljazair (jangan hanya andalkan diaspora Prancis)
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2025
- Stabilkan manajemen FAF
💬 Kesimpulan
Sepak bola Aljazair adalah lanjutan dari perang kemerdekaan:
- Setiap laga adalah pertempuran,
- Setiap gol adalah perlawanan,
- Setiap kemenangan adalah kebanggaan.
Dari FLN 1958 hingga Mahrez 2023,
Aljazair membuktikan bahwa semangat revolusioner tak pernah mati — ia hanya berpindah ke lapangan hijau.
“Kami bukan hanya tim. Kami adalah Aljazair — api yang tak pernah padam.”
TUNISIA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Carthage (1900–1956)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan pedagang Prancis selama masa protektorat Prancis (1881–1956).
- 1904: Klub tertua, Racing Club de Tunis, didirikan.
- 1921: Federasi Sepak Bola Tunisia berdiri — tapi hanya untuk warga Prancis.
- 1957: Setelah kemerdekaan (1956), Fédération Tunisienne de Football (FTF) resmi didirikan.
- 1960: Tunisia gabung FIFA dan CAF.
- 1960: Timnas Tunisia mainkan laga pertama — menang 2–1 atas Libya.
💡 Sepak bola awalnya menjadi alat perlawanan budaya terhadap kolonialisme — dan lambat laun jadi simbol identitas nasional.
🌍 Pionir Afrika di Piala Dunia: Kemenangan Bersejarah 1978
- 1978: Tunisia jadi tim Afrika pertama yang menang di Piala Dunia!
- Di Argentina, mereka kalahkan Meksiko 3–1 di laga pembuka.
- Imbang 0–0 vs Polandia (juara bertahan).
- Kalah dari Argentina 0–2 di laga terakhir.
- Meski gagal lolos, kemenangan atas Meksiko jadi momen abadi — membuka jalan bagi seluruh Afrika.
🦅 Tunisia dijuluki “Elang Carthage“ — dari nama kota kuno Carthage, pusat peradaban di dekat Tunis.
🏆 Dominasi di Afrika: Satu-Satunya Mahkota
- 2004: Juara Piala Afrika di Tunisia sendiri!
- Kalahkan Maroko 2–1 di final
- Pemain terbaik: Khaled Badra & Riadh Bouazizi
- Pelatih: Roger Lemerre (Prancis) — satu-satunya pelatih yang juara Piala Eropa (2000) dan Piala Afrika
- Konsistensi:
- 5 kali capai perempat final Piala Afrika (1965, 1978, 2000, 2017, 2021)
- Tak pernah absen dari Piala Afrika sejak 1994
🥇 Ini adalah satu-satunya gelar mayor dalam sejarah sepak bola Tunisia hingga 2025.
🌐 Kehadiran Tetap di Piala Dunia: Rekor Afrika Utara
Tunisia adalah tim paling konsisten dari Afrika Utara di Piala Dunia:
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 1978 | Kemenangan pertama Afrika di Piala Dunia |
| 1998 | Gagal dari grup (imbang vs Rumania) |
| 2002 | Gagal dari grup (imbang vs Belgia) |
| 2006 | Gagal dari grup (kalah tipis dari Spanyol & Ukraina) |
| 2018 | Kalahkan Panama 2–1, imbang vs Inggris |
| 2022 | Kalahkan Prancis 1–0 (meski gagal lolos) |
💥 2022: Tunisia kalahkan juara bertahan Prancis 1–0 — tapi gagal lolos karena kalah selisih gol.
Fans menyebutnya “kemenangan tanpa kemenangan” — tragis, tapi penuh kehormatan.
🔴 Klub-Klub Raksasa Tunisia
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Espérance Sportive de Tunis | Tunis | 4x juara Liga Champions Afrika (1994, 2011, 2018, 2019) |
| Club Africain | Tunis | Juara Piala Winners’ Afrika 1991, rival abadi Espérance |
| Étoile du Sahel | Sousse | Juara Liga Champions Afrika 2007 |
Derbi Tunis
- Espérance vs Club Africain — “Derbi Abadi” Tunisia.
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin konflik sosial ibukota:
- Espérance: kelas menengah, modern
- Club Africain: akar rakyat, tradisional
🏟️ Stadion Olimpiade Radès (kapasitas 60.000) jadi markas netral untuk laga besar.
🦅 Bintang Legendaris Tunisia
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1970s | Trifi El Bahri | Kapten era 1978, simbol kebanggaan |
| 2000s | Hatem Trabelsi | Bek kanan Ajax & Manchester City |
| 2010s | Wahbi Khazri | Playmaker utama 2018–2022, pencetak gol vs Prancis 2022 |
| 2020s | Aïssa Laïdouni | Gelandang andalan, main di Wolfsburg |
⭐ Wahbi Khazri adalah pemain Tunisia pertama yang main di Premier League (Sunderland).
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Cerdas & Disiplin”
- Tunisia dikenal dengan:
- Disiplin taktis tinggi
- Teknik individu dari akademi lokal
- Kolektivitas di atas bintang
- Gaya bermain: kombinasi Eropa Utara (disiplin) + Afrika Utara (kecepatan)
💬 “Kami tak punya sumber daya besar. Tapi kami punya otak dan hati.”
📉 Tantangan Modern (2023–2025)
- 2023: Gagal di Piala Afrika 2023 (kalah di 16 besar dari Nigeria)
- 2024: Tidak lolos ke Piala Afrika 2025
- Masalah:
- Krisis regenerasi pasca-Khazri
- Minim pemain di liga top Eropa
- Konflik internal FTF
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi modern berbasis Espérance & Étoile
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2027
- Tingkatkan kualitas Ligue 1 Tunisienne
💬 Kesimpulan
Sepak bola Tunisia adalah cermin bangsa Mediterania-Afrika:
- Cerdas, tangguh, penuh harga diri,
- Lahir dari kolonialisme,
- Dan terus berjuang untuk dihormati di dunia.
Dari Carthage kuno hingga Doha 2022,
Tunisia membuktikan bahwa kemenangan bukan hanya soal trofi — tapi soal kehormatan.
“Kami mungkin tak juara dunia. Tapi kami selalu membuat raksasa waspada.”
🇹🇳 Fakta Unik
- Tunisia adalah satu-satunya negara Afrika yang tak pernah kalah dari Prancis di Piala Dunia (1 menang, 1 imbang).
- Espérance de Tunis adalah klub Afrika pertama yang menang 4 gelar Liga Champions.
- Stadion Olimpiade Radès adalah satu-satunya stadion di Afrika yang dibangun untuk Piala Afrika dan dipakai di Piala Dunia (2022, sebagai markas Prancis).
- Tunisia 2022 adalah satu-satunya tim yang kalahkan juara bertahan (Prancis) tapi gagal lolos dari grup.
Personel TNI dan Brimob Dikerahkan Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Sumbar
TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XX/TIB, Satuan Brimob Nusantara, serta Korpolairud Baharkam Polri membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat (26/12/2025). Seluruh personel TNI maupun Polri yang terlibat tampak sangat berantusias dan kompak saat membangun rumah sementara bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam proses pembangunan, terlihat anggota TNI dan Polri tengah memasang materiel rangka baja ringan, dinding papan semen, lantai multipleks, atap zincalume, serta mengecor lantai. Fasilitas dasar juga turut dilengkapi dalam bangunan ini untuk menjamin kenyamanan para pengungsi.
Berikut lokasi pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh Prajurit Denzipur 2/PS Kodam XX/TIB:
– Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat.
– Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.
Berikut lokasi pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh personel Brimob Nusantara (Satbrimob Polda Sumbar, Satbrimob Polda Lampung, dan Resimen III Korbrimob Polri) serta Korpolairud Baharkam Polri:
– Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
– Kampung Limou Hantu, Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
– Posko Jerong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman.
Huntara itu akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa dapur umum, sanitasi, dan tempat ibadah. Desain hunian sementara dirancang untuk pembangunan cepat namun tetap layak huni.
Hunian tersebut akan memberikan tempat tinggal yang aman bagi masyarakat korban bencana selama masa transisi sebelum hunian tetap dibangun.
Ini Pemicu Banjir dan Tanah Longsor di Los Angeles
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Los Angeles dan sejumlah wilayah lain di California bukan terjadi tanpa sebab. Kombinasi hujan ekstrem, dampak kebakaran hutan, dan fenomena cuaca langka menjadi pemicu utama bencana yang membuat pemerintah negara bagian menetapkan status darurat.
Gubernur California Gavin Newsom pada Kamis (25/12/2025) mendeklarasikan keadaan darurat di enam wilayah, yakni Los Angeles, Orange, Riverside, San Bernardino, San Diego, dan Shasta. Keputusan ini diambil setelah badai kuat memicu hujan lebat dan angin kencang yang menimbulkan banjir serta tanah longsor di berbagai titik.
Salah satu faktor utama adalah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan. Wilayah-wilayah di Los Angeles yang mengalami kebakaran pada 2024 kini memiliki tutupan vegetasi yang minim. Kondisi ini membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air, sehingga hujan deras dengan cepat berubah menjadi aliran lumpur dan longsoran.
Fenomena cuaca ekstrem yang dikenal sebagai badai sungai atmosfer juga memperparah situasi. Menurut Layanan Cuaca Nasional (NWS) AS, aliran uap air padat dari Samudera Pasifik tersedot ke daratan California Selatan, membawa curah hujan sangat besar dalam waktu singkat. Di beberapa lokasi, intensitas hujan mencapai 25,4 milimeter per jam atau lebih.
Akibatnya, banjir bandang dan tanah longsor membawa lumpur menerjang permukiman di Los Angeles. Otoritas setempat mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit dan ngarai, terutama kawasan bekas kebakaran, untuk segera mengungsi. Sekitar 130 rumah di komunitas Pacific Palisades dinilai sangat rentan terhadap longsor.
Dampak badai tidak hanya dirasakan di California Selatan. Di wilayah utara, banjir akibat hujan lebat dilaporkan menewaskan satu orang di Redding. Sementara itu, warga di Los Angeles dan sekitarnya menutup rumah dengan terpal, menyingkirkan dekorasi Natal, serta memasang penghalang darurat guna menahan aliran lumpur.
NWS memperingatkan badai yang terjadi pada malam Natal diperkirakan berlanjut hingga Jumat (26/12/2025) dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Selain banjir dan longsor, hujan lebat disertai angin kencang juga berisiko menumbangkan pohon dan tiang listrik, bahkan memicu peringatan tornado langka di sebagian wilayah Los Angeles County.
Gempur ISIS, Trump Kantongi Izin dari Pemerintah Nigeria
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan serangan udara besar-besaran terhadap kelompok teroris ISIS di Nigeria telah mengantongi izin dari pemerintah setempat. Bahkan serangan tersebut dilakukan atas permintaan langsung otoritas Nigeria sebagai bagian dari kerja sama keamanan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Nigeria menegaskan serangan udara tersebut merupakan hasil kerja sama keamanan terstruktur dengan mitra internasional, termasuk AS.
“Kerja sama ini telah menghasilkan serangan udara yang tepat sasaran terhadap target teroris di wilayah barat laut Nigeria,” bunyi pernyataan Kemlu Nigeria, Jumat (26/12/2025).
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Nigeria. Dia lalu memperingatkan, militer AS siap melancarkan serangan lanjutan yang lebih mematikan bila diperlukan.
Operasi militer ini berlangsung beberapa pekan setelah Trump menuduh Nigeria gagal melindungi umat Kristen dari kekerasan kelompok bersenjata. Tuduhan itu sempat dibantah keras oleh pemerintah Nigeria.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Kamis (25/12/2025), Trump menegaskan operasi militer itu merupakan perintah langsung darinya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata AS.
“Malam ini, atas perintah saya, Amerika Serikat melancarkan serangan keras dan mematikan terhadap para teroris ISIS di Nigeria barat laut,”
